Tekini Internasional
Pemberontak Houthi di Yaman Mengaku Menembakkan Rudal ke Riyadh, Pakar Sebut Ancaman Besar bagi Arab
Pihak pemberontak Houthi di Yaman mengakui telah menembakkan rudal dan drone ke arah Riyadh, Arab Saudi.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Claudia Noventa
"Mereka membutuhkan sistem THAD (Terminal High Altitude Area Defense) yang mencegat rudal di luar atmosfer," imbuhnya.
Serangan itu terjadi setelah Arab Saudi mengumumkan pada hari Senin bahwa separatis selatan Yaman telah sepakat untuk gencatan senjata setelah berbulan-bulan pertikaian.
Perjanjian tersebut bertujuan untuk menutup keretakan antara dua bekas sekutu dalam perang melawan Houthi.
Diketahui Yaman telah dilanda dalam konflik sejak 2014, ketika Houthi menguasai Sanaa, dan terus merebut sebagian besar wilayah di utara.
Pertempuran meningkat pada Maret 2015 ketika koalisi militer pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi untuk memulihkan pemerintahan Presiden Abd Rabbu Mansour Hadi.
• Attack Rate Kota Surabaya Melonjak, Total Kasus Covid-19 di Jawa Timur Capai 10.092 Orang
Arab Saudi menjadi sasaran melalui puluhan serangan menggunakan rudal balistik atau pesawat tak berawak tahun lalu.
Serangan tersebut sempat menghancurkan fasilitas raksasa minyak Aramco yang menghentikan setengah dari produksi minyak mentah kerajaan.
Perang yang telah berlangsung lama telah menewaskan puluhan ribu orang, yang kebanyakan warga sipil.
Perang ini juga memaksa jutaan orang keluar dari rumah mereka dalam apa yang oleh PBB disebut sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia. (TribunWow.com)