Breaking News:

Terkini Internasional

AS Konfirmasi Ada Dugaan Serangan Misil Target Kota Riyadh di Arab Saudi, Hantam Sebuah Gedung

Pihak Amerika Serikat mengeluarkan peringatan terkait adanya kemungkinan serangan misil yang menarget Riyadh, Arab Saudi.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
YouTube Al Jazeera English
Arab Saudi mengklaim telah berhasil menggagalkan serangan misil yang diluncurkan oleh kelompok Hutsi di Yaman, pada Selasa (23/6/2020). 

"Pasukan koalisi telah berhasil menggagalkan dan menghancurkan sebuah misil balistik yang diluncurkan oleh kelompok teroris militan Hutsi dari Sanaa menuju Riyadh dalam rangka operasi agresif," ujar juru bicara pasukan koalisi Turki al-Maliki.

Di lain pihak, pasukan militer Arab Saudi mengklaim telah menaklukkan delapan pesawat tanpa awak yang menarget rakyat sipil dan tiga misil balisitik yang menyasar Arab Saudi.

Pihak Hutsi mengklaim target serangan mereka adalah markas dari Menteri Pertahanan Arab Saudi dan bangunan intelijen yang terletak di Riyadh.

Selain itu mereka mengatakan juga menarget bangunan militer lainnya yang berada di sisi selatan Arab Saudi, yakni di daerah Najran dan Jizan.

Pihak Arab Saudi mengatakan drone yang dimiliki oleh kelompok pemberontak Hutsi dibuat dengan meniru drone milik Iran.

Sebelumnya, pihak Arab Saudi telah berkonflik cukup lama dengan Hutsi.

Namun konflik itu sempat terhenti karena gencatan senjata atas adanya pandemi Virus Corona (Covid-19).

Tetapi kini suasana damai semu itu berakhir saat Hutsi meluncurkan misil dan drone yang menarget kota-kota di Arab Saudi.

Pihak koalisi pimpinan Arab Saudi lalu merespons serangan itu dengan serangan udara.

Ibadah Haji 2020 Resmi Diadakan, Terbatas Hanya untuk Jamaah yang Sudah Berada di Arab Saudi

Terakhir kali kerugian bersar dialami oleh Arab Saudi ketika fasilitas minyak raksasa yang dimiliki oleh Aramco menjadi target serangan misil dan drone pada tahun lalu.

Serangan itu menyebabkan produksi minyak Arab Saudi berkurang hingga setengahnya.

Pihak Hutsi mengklaim mereka bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Namun pihak Amerika Serikat menduga ada keterlibatan misil yang diluncurkan oleh Iran.

Yemen sendiri telah menjadi daerah yang dipenuhi dengan konflik sejak tahun 2014 lalu ketika Hutsi berhasil mengambil alih Ibu Kota Yemen, Sanaa.

Puluhan ribu orang yang sebagian besar didominasi oleh masyarakat sipil telah tewas akibat konflik di Yemen.

Persatuan Bangsa-bangsa mengatakan konflik tersebut sebagai bencana buatan manusia paling parah. (TribunWow.com/Anung)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Amerika SerikatRiyadhArab Saudi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved