Breaking News:

Terkini Internasional

Ibadah Haji 2020 Resmi Diadakan, Terbatas Hanya untuk Jamaah yang Sudah Berada di Arab Saudi

Pemerintah Arab Saudi memutuskan akan tetap menggelar ibadah haji di tahun 2020, meski dengan jumlah yang dibatasi, Senin (22/6/2020).

bbc.com/ AFP
Pemberlakuan social distancing pada jamaah yang melaksanakan ibadah di depan Ka'bah di Mekah, Arab Saudi pada bulan April. 

TRIBUNWOW.COM - Pemerintah Arab Saudi memutuskan akan tetap menggelar ibadah haji di tahun 2020, meski dengan jumlah yang dibatasi, Senin (22/6/2020).

Pengadaan ibadah haji tersebut sempat diragukan akan dapat dilangsungkan mengingat sedang terjadi pandemi Virus Corona di seluruh dunia.

Dikhawatirkan, ibadah haji yang biasanya dilaksanakan dengan melibatkan kerumunan orang tersebut dapat menjadi sumber penularan virus.

Penampakan kota suci Mekah di Arab Saudi melalui udara.
Penampakan kota suci Mekah di Arab Saudi melalui udara. (AFP)

Seandainya Arab Saudi Ubah Kebijakan, Menag Fachrul Razi Pastikan Ibadah Haji 2020 Tetap Dibatalkan

Dilansir aljazeera.com, Selasa (23/6/2020), pemerintah kerajaan Arab Saudi mengumumkan pengadaan haji tersebut melalui kantor berita resminya.

Namun, peraturan tersebut hanya berlaku bagi sejumlah orang dari berbagai negara yang telah berada di Arab Saudi.

Oleh sebab itu, pemerintah memutuskan untuk mengizinkan pelaksanaan ibadah haji pada akhir bulan Juli 2020.

"Diputuskan untuk mengadakan ziarah tahun ini dengan jumlah yang sangat terbatas. Untuk seluruh warga negara yang berada di kerajaan," kata kantor resmi Saudi Press Agency, Senin (23/6/2020).

Pernyataan tersebut juga menerangkan bahwa keputusan itu diambil sehubungan dengan peningkatan kasus Covid-19 di seluruh dunia.

Selain itu, belum tersedianya vaksin dan kesulitan menjaga jarak fisik yang aman di antara sejumlah besar peziarah yang datang dari luar negeri juga turut menjadi pertimbangan.

Sementara itu, dilansir ABC News, Selasa (23/6/2020), pemerintah Arab Saudi belum memberikan rincian jumlah pengunjung yang diizinkan melakukan ibadah haji.

Peraturan tersebut akan menyusul kemudian dengan memberlakukan protokol kesehatan.

"Keputusan ini diambil untuk memastikan haji dilakukan dengan cara yang aman sesuai perpektif kesehatan masyarakat," tutur pemerintah Arab Saudi dalam sebuah pernyataan.

"Prioritas utamanya adalah untuk selalu memungkinkan umat muslim melakukan ibadah haji dan umrah dengan aman."

Kuota Keberangkatan Haji Diperkirakan Dibatasi pada 2021, Menag Sebut Lansia akan Jadi Prioritas

Lebih dari dua juta orang melakukan ziarah tahunan di kota suci Makkah setiap tahun, termasuk warga dari luar negeri.

Ibadah haji merupakan suatu keharusan bagi umat Islam yang bertubuh sehat setidaknya sekali seumur hidup mereka.

Namun tradisi ini dikhawatirkan menjadi sumber penularan potensial yang besar karena mengumpulkan jutaan peziarah dalam satu tempat di situs-situs keagamaan.

Pembatalan ibadah haji secara internasional akan menjadi kehilangan besar bagi sumber pendapatan Arab Saudi.

Ditambah lagi dengan guncangan akibat pelambatan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi dan anjloknya harga minyak.

Awal bulan ini, Indonesia, negara Muslim terpadat di dunia, muncul sebagai satu di antara negara pertama yang menarik diri dari pelaksanaan ibadah haji.

Menteri Agama Indonesia menyebut kebijakan tersebut sebagai keputusan yang sangat pahit dan sulit.

Negara-negara lain seperti Malaysia, Senegal, dan Singapura juga mengikuti kebijakan serupa.

Sejak akhir Februari, kerajaan Arab Saudi telah menunda ziarah umrah ke Mekah karena wabah.

Pasalnya, kerajaan ini memiliki tingkat infeksi Virus Corona yang tinggi, dengan lebih dari 161.000 total kasus yang dikonfirmasi dan 1.307 kematian. (TribunWow.com)

ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved