Kasus Novel Baswedan
Sebut Bintang Emon Dikerjai 'Buzzer', Haris Azhar Ungkit Kasus Veronica Koman: Itu Jadi DPO
Aktivis HAM Haris Azhar membahas komika Bintang Emon yang diserang akun anonim (buzzer).
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
"Negara kita ini negara presidensial. Artinya seluruh aparatur di bawah presiden," kata Novel Baswedan.
Ia menilai sangat relevan jika meminta Jokowi turun tangan dalam kasus tersebut.
Apalagi Novel menduga banyak petinggi yang terlibat.
"Ditambah lagi ini masalah sudah melibatkan orang yang begitu kuatnya. Kalau tidak melibatkan presiden, saya enggak yakin bisa," ungkap Novel.
"Oleh karena itu, wajar saya meminta kepada presiden," tambahnya.

Ia menegaskan tanggapan yang pernah disampaikan tentang kasus tersebut.
Novel mengaku tidak masalah kasus penyerangan dirinya diungkap atau tidak.
"Kembali saya mengulangi lagi apa yang pernah saya katakan setahun yang lalu," papar Novel.
"Secara pribadi, saya terserah. Ini mau diusut mau enggak, saya terserah," tegasnya.
• Novel Baswedan Minta Jokowi Turun Tangan, Masinton Pasaribu: Tidak Bisa Diintervensi Siapapun
Meskipun begitu, Novel menyebutkan banyak kasus penyerangan lain terhadap penyidik KPK yang tidak diketahui publik.
"Cuma saya mau katakan bahwa perkara serangan kepada diri saya ini adalah perkara yang tidak berdiri sendiri," katanya.
"Banyak orang-orang KPK yang diserang. Lebih dari 10 kasus tidak ada satupun yang diungkap," ungkap Novel.
Padahal fakta-fakta penyerangan terhadap para penyidik KPK tersebut sangat jelas.
Ia lalu mempertanyakan sikap negara terhadap pemberantasan korupsi.
"Kalau begitu, sudah terang-terangan, apakah negara ini sedang benci dengan upaya memberantas korupsi?" tanya Novel.