Breaking News:

Virus Corona

Orangtua Meninggal hingga Anak-Istri Ikut Terinfeksi, Ini Pesan dr DDY sebelum Wafat karena Corona

Seorang dokter asal Sampang, Jawa Timur, DDY meninggal dunia akibat Virus Corona, Senin (15/6/2020).

Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUN/HO
Petugas medis berfoto bersama dengan ceria saat akan menangani pasien Covid-19 di RS Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Rabu (6/5/2020). Wisma Atlet Kemayoran telah dialihfungsikan menjadi RS Darurat Covid-19, setelah pandemi Virus Corona mendera Indonesia. TRIBUNNEWS/HO 

Indriati menyadari hasil penelitiannya dapat menuai sorotan publik.

Seperti diketahui, kurva pertumbuhan kasus baru di Indonesia masih terus menanjak.

"Tapi memang benar bahwa membuat sebuah statement tentu saja membuat konsekuensi yang besar," kata Indriati.

Ilmuwan tersebut mengaku juga sempat khawatir akan menerima hujatan.

Indriati kemudian menjelaskan konsep penelitian yang dilakukan bersama rekan dosennya itu.

Viral Sejumlah Pasien Corona Ngamuk hingga Bakar Tenda Perawatan, Gugus Tugas Dikira Main Belakang

Ia menyebutkan penelitiannya masih berupa prediksi dan hasilnya dapat berubah seiring data yang masuk.

"Yang kami lakukan adalah yang disebut predictive-monitoring. Artinya prediksinya akan berubah setiap saat kalau data baru masuk," jelasnya.

"Jadi setiap kali data itu akan bertambah terus. Data yang bertambah itu akan mengubah parameter dari prediksi kami," papar Indri.

Meskipun masih berupa prediksi, Indriati menyebutkan penelitiannya dapat berguna untuk publik.

"Namun seluruh Indonesia pasti bertanya, apa gunanya predictive-monitoring seperti itu kalau harus memprediksi?" tuturnya.

"Dengan monitoring pun kita punya lead, kapan ini akan berakhir," jelas Indri.

Berdasarkan data yang masuk selama sebulan terakhir, Indri menilai prediksi yang dibuat dalam kajiannya mulai menunjukkan hasil yang stabil.

"Saya sudah melihat data ini setiap hari dari sebulan yang lalu. Saya bisa merasakan bahwa, meskipun ini predictive-monitoring, ada data yang masuk saja bisa mengubah prediksinya," kata Indri.

"Kemudian kalau data itu sudah lebih stabil, maka prediksinya itu tidak akan berubah lebih jauh," jelasnya. (TribunWow.com)

Tags:
CoronaCovid-19Sampang
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved