Breaking News:

Virus Corona

Kala Dunia Gencar Melawan Virus Corona, Ternyata Ada Satu Tempat yang Masih Bebas Covid-19, di Mana?

Semua negara di seluruh dunia memang sedang berperang melawan pandemi Virus Corona (Covid-19).

Penulis: Khistian Tauqid Ramadhaniswara
Editor: Ananda Putri Octaviani
Youtube/BBC News Indonesia
Desa di Provinsi KwaZuku-Natal, Afrika Selatan 

Ia memperingatkan agar warga India tidak mudah percaya pada klaim penyembuhan virus yang tidak benar semacam itu.

Menindak lanjuti penemuan tersebut, pemerintah daerah sekitar wilayah itu langsung melakukan isolasi pada sekitar 29 orang terkait.

Peserta karantina tersebut merupakan orang-orang yang telah mendapat jhaad-phoonk atau pengusiran energi jahat dari Tantrik tersebut.

Dilansir dailymail.co.uk, Jumat (12/6/2020), India saat ini memiliki kasus positif Covid-19 yang cukup tinggi dengan jumlah 298.283 kasus yang diketahui.

Sedangkan, kematian akibat virus tersebut telah mencapai angka 8.498 kasus.

Lonjakan penularan terjadi selepas India melonggarkan aturan lockdown yang sempat dicanangkan.

Tercatat pada Kamis (11/6/2020), penambahan kasus selama 24 jam mencapai rekor terbanyak dengan jumlah 10.000 kasus positif baru.

Rumah sakit di kota-kota dengan kasus tertinggi seperti Mumbai, New Delhi, dan Chennai telah dibanjiri oleh pasien-pasien dengan gejala Covid-19.

Sejumlah pihak memprediksi bahwa tingkat penularan Virus Corona tersebut belum akan mencapai puncaknya hingga akhir bulan nanti.

Lonjakan kasus tersebut mencuat setelah pemerintah membuka kembali restoran, pusat perbelanjaan, dan tempat-tempat peribadahan setelah sempat ditutup selama 2 minggu.

Namun, sekolah dan institusi pendidikan lain serta hotel dan jalur kereta bawah tanah belum dibuka hingga waktu yang belum ditentukan.

Presiden Progessive Medicos dan Forum Peneliti, Dr Harjit Sighh Bhatti, mengatakan India saat ini seperti bom waktu yang bisa meledak kapan pun.

Bila pemerintah tidak segera bertindak dengan tegas, maka pandemi yang sedang terjadi tersebut bisa menewaskan banyak orang.

"Kita sedang menduduki bom waktu yang berdetak," ujar Harjit.

"Kecuali pemerintah meningkatkan biaya pemeliharaan kesehatan, tidak akan ada yang berubah. Banyak orang akan mati," tegasnya.  (TribunWow.com/Khis/Via)

Sumber: TribunWow.com
Halaman 3/3
Tags:
CoronaCovid-19Afrika Selatan
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved