Virus Corona
Kala Dunia Gencar Melawan Virus Corona, Ternyata Ada Satu Tempat yang Masih Bebas Covid-19, di Mana?
Semua negara di seluruh dunia memang sedang berperang melawan pandemi Virus Corona (Covid-19).
Penulis: Khistian Tauqid Ramadhaniswara
Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNWOW.COM - Semua negara di seluruh dunia memang sedang berperang melawan pandemi Virus Corona (Covid-19).
Namun, ada satu desa di Provinsi KwaZuku-Natal, Afrika Selatan yang ternyata masih bebas kasus Virus Corona.
Semua warga lantas berusaha sekuat tenaga untuk mencegah penularan Virus Corona di desa mereka.
• UPDATE Virus Corona di Indonesia Minggu 14 Juni 2020: Tambah 857, Jumlah Kasus Positif Capai 38.277
Mulai dari membuat masker dan lebih sering mencuci tangan, hingga physical distancing tentu diterapkan para warga desa di Provinsi KwaZuku-Natal.
Melalui kanal YouTube BBC News Indonesia pada Sabtu (13/6/2020), seorang perwakilan desa beranama Nkosikhona Ndabandaba mengungkapkan hal serupa.
Nkosikhona Ndabandaba menjelaskan bahwa para warga di desanya merasa was-was dengan Virus Corona.
"Jika ada orang yang terinfeksi Virus Corona, maka kesehatan seluruh warga desa juga akan terancam," kata Nkosikhona Ndabandaba.
Menurutu Nkosikhona Ndabandaba, ketakutan terbesar warga desa adalah sarana prasarana kesehatan Virus Corona.
Pasalnya, tempat tinggal Nkosikhona Ndabandaba merupakan desa terpencil di Provinsi KwaZuku-Natal.
• Kematian akibat Corona di Negaranya Capai Rekor Buruk, Menteri Kesehatan Chili Mengundurkan Diri
Bahkan, hanya ada satu sumber air untuk memenuhi kebutuhan air bersih penduduk desa yang terdiri atas sekitar 400 rumah.
"Ketakutan terbesar saya sebagai perwakilan desa di sini adalah akan memakan waktu untuk memeriksa seseorang terinfeksi Virus Corona," ujar Nkosikhona Ndabandaba.
"Karena kami tinggal di pedalaman, seperti yang Anda lihat, dan yang kedua, klinik sangat jauh dari sini," imbuhnya.
Selain itu, jarak ke rumah sakit terdekat, warga desa harus menempuh jarak 64 km.
Oleh karena itu, Nkosikhona Ndabandaba meningkatkan kewaspadaan agar tidak terpapar Virus Corona.
"Klinik terdekat dari sini jaraknya sekitar 28 km, rumah sakit terdekat dari sini jaraknya sekitar 64 km," kata Nkosikhona Ndabandaba.
Lihat videonya
• 2 Pekerja Pusat Penelitian Daging Terinfeksi Corona, Pasar di Beijing China Mendadak Ditutup
Klaim Mampu Sembuhkan Virus Corona dengan Cium Tangan
Seorang tokoh spiritual di India meninggal setelah dinyatakan positif terpapar Virus Corona.
Ironisnya, pria tersebut sebelumnya mengaku bisa menyembuhkan Covid-19 dan sempat membuka praktek untuk para pasien terkonfirmasi.
Tak hanya mampu menyembuhkan Covid-19, Tantrik tersebut juga mengaku bisa menghilangkan segala masalah hanya dengan cara mencium tangan pasien.
Namun pria tersebut malah meninggal setelah sehari sebelumnya diumumkan menderita penyakit yang dikatakan bisa disembuhkannya tersebut.
Dilansir The Times of India, Jumat (12/6/2020), orang suci dari Ratlam, Madhya Pradesh, India tersebut diketahui telah membuka praktek penyembuhan sementara waktu.
Ia dikenal oleh masyarakat karena mengklaim mampu mengusir Covid-19 dari para penderita dan mampu menghilangkan segala masalah hidup yang diderita.
Anehnya, praktek penyembuhan tersebut dilakukan hanya dengan mencium tangan para pengikutnya.
Tak disangka-sangka, petugas kesehatan malah menemukan kenyataan mengejutkan saat melakukan tes Covid-19 pada pria tersebut.
Dari hasil tes yang dilaksanakan, Tantrik tersebut kemudian dinyatakan positif terpapar Virus Corona pada Rabu (3/6/2020).
Ia kemudian meninggal keesokan harinya setelah menderita sejumlah gejala.
• Dampak Pandemi Virus Corona, India Alami Krisis Pembalut Wanita
Menanggapi kejadian tersebut, satuan tugas Covid-19 India bergegas melakukan penelusuran kontak dan melakukan tes pada sekurnag-kurangnya 40 sampel swab.
Melalui hasil penyelidikan petugas, pria tersebut ternyata telah menularkan Covid-19 yang dideritanya kepada setidaknya 20 orang selama membuka praktek.
"20 orang dari mereka, termasuk 7 orang keluarganya telah dinyatakan positif. Laporan lain masih menyusul," ungkap petugas pemeriksa sampel swab, Ruchika Chouhan.
Ia memperingatkan agar warga India tidak mudah percaya pada klaim penyembuhan virus yang tidak benar semacam itu.
Menindak lanjuti penemuan tersebut, pemerintah daerah sekitar wilayah itu langsung melakukan isolasi pada sekitar 29 orang terkait.
Peserta karantina tersebut merupakan orang-orang yang telah mendapat jhaad-phoonk atau pengusiran energi jahat dari Tantrik tersebut.
Dilansir dailymail.co.uk, Jumat (12/6/2020), India saat ini memiliki kasus positif Covid-19 yang cukup tinggi dengan jumlah 298.283 kasus yang diketahui.
Sedangkan, kematian akibat virus tersebut telah mencapai angka 8.498 kasus.
Lonjakan penularan terjadi selepas India melonggarkan aturan lockdown yang sempat dicanangkan.
Tercatat pada Kamis (11/6/2020), penambahan kasus selama 24 jam mencapai rekor terbanyak dengan jumlah 10.000 kasus positif baru.
Rumah sakit di kota-kota dengan kasus tertinggi seperti Mumbai, New Delhi, dan Chennai telah dibanjiri oleh pasien-pasien dengan gejala Covid-19.
Sejumlah pihak memprediksi bahwa tingkat penularan Virus Corona tersebut belum akan mencapai puncaknya hingga akhir bulan nanti.
Lonjakan kasus tersebut mencuat setelah pemerintah membuka kembali restoran, pusat perbelanjaan, dan tempat-tempat peribadahan setelah sempat ditutup selama 2 minggu.
Namun, sekolah dan institusi pendidikan lain serta hotel dan jalur kereta bawah tanah belum dibuka hingga waktu yang belum ditentukan.
Presiden Progessive Medicos dan Forum Peneliti, Dr Harjit Sighh Bhatti, mengatakan India saat ini seperti bom waktu yang bisa meledak kapan pun.
Bila pemerintah tidak segera bertindak dengan tegas, maka pandemi yang sedang terjadi tersebut bisa menewaskan banyak orang.
"Kita sedang menduduki bom waktu yang berdetak," ujar Harjit.
"Kecuali pemerintah meningkatkan biaya pemeliharaan kesehatan, tidak akan ada yang berubah. Banyak orang akan mati," tegasnya. (TribunWow.com/Khis/Via)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/desa-di-provinsi-kwazuku-natal-afrika-selatan.jpg)