Breaking News:

Virus Corona

Kontroversi Listrik Naik, Pengamat Kebijakan Beri Masukan ke Dirut PLN: Tidak Cukup Cara Korporatif

Pengamat Kebijakan Publik UI, Riant Nugroho memberikan masukan kepada pihak PLN, khususnya untuk Direkur Utamanya.

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Atri Wahyu Mukti
Youtube/KompasTV
Pengamat Kebijakan Publik UI, Riant Nugroho dalam acara Sapa Indonesia Malam, Kamis (11/6/2020). Dirinya memberikan masukan kepada pihak PLN, khususnya untuk Direkur Utamanya. 

"Jangan sampai ini menjadi isu yang diplintir, kenapa karena sejak awal enggak segera diselesaikan," jelasnya.

Lebih lanjut, Riant mengatakan bahwa hal itu menjadi pekerjaan rumah bagi Direktur Utama PLN.

Menurutnya dalam menjalankan tugasnya di BUMN tidak bisa hanya mengandalkan cara-cara yang koorporatif, namun bisa lebih inovatif.

"Ini yang menurut saya tantangan bagi Dirut PLN yang baru bahwa ngurus BUMN itu tidak cukup dengan cara-cara korporatif," pungkasnya.

Arya Sinulingga Jelaskan Alasan Tarif Listrik Melonjak: Tarif PLN Tetap, yang Naik Mungkin Tagihan

Simak videonya mulai menit ke- 11.33:

Arya Sinulingga Sebut Polemik Tarif Listrik Ada Tendensi Politik

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga memberikan tanggapan terkait adanya kontroversi kenaikan tarif listrik dari sejumlah pelanggan PLN.

Dilansir TribunWow.com dalam tayangan Youtube KompasTV, Kamis (11/6/2020), Arya Sinulingga menilai hal itu tidak terlepas dengan adanya tendensi politik.

Dirinya menegaskan bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik yang dilakukan oleh PLN.

Menurutnya, ketika ada kenaikan tagihan listrik itu kemungkinan disebabkan karena penggunaan yang meningkat.

Dirinya kemudian mengingatkan bahwa pada tiga bulan terkahir selama pandemi Virus Corona, banyak masyarakat yang berada di rumah.

Alhasil penggunaan listrik menjadi lebih banyak.

 Fakta Baru Tagihan Listrik Melonjak Capai Rp 20 Juta, Tetap Harus Bayar hingga Alasan PLN

Arya Sinulingga juga menyadari tidak mungkin pihak PLN tega menambah beban masyarakat yang kondisi perekonomiannya sedang memburuk.

"Kami pun tidak mungkin sangat tidak mungkin kita membebani publik dengan kondisi yang ada saat ini," ujar Arya.

Halaman
123
Tags:
Virus CoronaCovid-19PLN
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved