Breaking News:

Virus Corona

Studi Sebut Virus Corona Sudah Ada di Wuhan sejak Agustus 2019, Buktikan Lewat Citra Satelit

Sebuah penelitian menemukan adanya peningkatan aktivitas lalu lintas di lingkungan Rumah Sakit Wuhan Agustus 2019. Ini respons China.

Hector RETAMAL/AFP
Orang-orang mengenakan pakaian pelindung tiba di Stasiun Kereta Api Hankou di Wuhan, untuk naik salah satu kereta api pertama yang meninggalkan kota di provinsi Hubei tengah Cina awal 8 April 2020. Pihak berwenang China mencabut larangan lebih dari dua bulan pada perjalanan keluar dari kota di mana pandemi global pertama kali muncul. 

Direktur Yanyi mengatakan sementara mereka memiliki tiga gelombang virus, kesamaan paling tinggi dengan Covid-19 hanya mencapai 79.8 persen.

Dalam wawancara dengan CGTN, Yanyi mengatakan, "Kami kini memiliki tiga gelombang virus yang hidup... tapi tingkat kemiripan mereka dengan Sars-Cov-2 hanya mencapai 79.8 persen."

Pemerintah China yang tidak secara resmi memberitahu Badan Kesehatan Dunia (WHO) sampai 31 Desember bahwa penyakit pernapasan telah merebak di Wuhan, telah menuai kritik keras.

Dilansir South China Morning Post, kasus pertama Virus Corona bisa dilacak di awal November tepatnya pada 17 November 2019.

Bahkan pejabat saat itu melaporkan pada media lokal bahwa mereka percaya virus itu sudah menyebar sebelum mereka menyadarinya.

Menanggapi penelitian baru ini, Departemen Luar Negeri AS sekali lagi mengkritik pemerintah China karena diduga menyembunyikan informasi kesehatan masyarakat. (Kompas.com/Miranti Kencana Wirawan)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Studi Sebut Virus Corona Ada di Wuhan Sejak Agustus 2019, Ini Respons China"

Sumber: Kompas.com
Tags:
Covid-19Virus CoronaChinaWuhanDonald TrumpAmerika Serikat
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved