Virus Corona
Lonjakan Kasus Baru Corona 1000 Lebih, Dokter Erlina Burhan Ungkap Justru Senang, Begini Alasannya
Jumlah kasus baru Virus Corona di Indonesia sempat menembus angka seribu lebih. Dokter Spesialis Paru, Erlina Burhan lantas mengungkap tanggapannya.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNWOW.COM - Pertambahan kasus baru Virus Corona di Indonesia sempat menembus angka seribu lebih.
Dokter Spesialis Paru, Erlina Burhan lantas mengungkap tanggapannya.
Dilansir TribunWow.com dari channel YouTube Indonesia Lawyers Club (ILC) pada Selasa (10/6/2020), dokter Erlina Burhan justru merasa ada sisi yang menyenangkan terkait hal tersebut.
• Candaan dr Erlina Burhan di ILC, Pura-pura Tes Karni Ilyas soal Pakai Masker: Wah Pintar, 100
Ia menjelaskan dokter sebenarnya juga ingin kehidupan pulih lagi.
"Jadi kita memang sudah beberapa hari mendengar tentang New Normal atau adaptasi kebiaaan baru, dan baru saya denger dari Bang Effendi (Gazali) ada istilah kibar (kehidupan baru)."
"Jadi kami sebetulnya petugas kesehatan memang juga ingin seperti itu," ujar dokter Erlina.
Lalu, terkait kenaikan kasus hingga 1000 lebih.
Menurut dia hal itu membuat perasaan dokter tak karuan.
"Tapi hari ini ada berita kasus baru di Indonesia 1000 lebih, kami sebagai tenaga kesehatan merasa perasaannya campur aduk," katanya.
Ia mengaku senang dengan hal itu, pasalnya hal tersebut juga bisa menandakan kemampuan uji Indonesia meningkat.
• Cabut PSBB saat Covid-19 Masih Tinggi, Risma Ibaratkan Diri Karyawan Kena PHK: Makan untuk Sehari
"Pertama senang, mungkin Pak Karni heran, kasusnya meningkat kok malah senang."
"Ya senangnya karena wah ini kapasitas laboratorium sudah bagus, sudah merata, sudah banyak ditemukan, itu dari sisi kenapa kami senang," ungkapnya.
Namun, itu menunjukkan bahwa memang makin banyak orang terjangkit.
Secara teori memang tingkat kesembuhan pasien Virus Corona cukup tinggi.
"Tapi di sisi lain kami sedih, artinya apa semakin banyak orang yang terjangkit teorinya kan selalu 80 persen ini ringan, bahkan orang tanpa gejala tingkat kesembuhannya cukup tinggi, bahkan mungkin 80 persen ini tinggi," ujarnya.
Namun, tetap saja ada pasien kritis Virus Corona yang perlu diperhatikan.
"Tapi ada 20 persen ada yang dengan gejala sedang sampai berat, dan di antara 20 persen, lima persen di antaranya kritis bang, kritis memerlukan alat bantu napas."
"Ini bisa dibayangkan betap kami waswas, prihatin, kalau kasus ini terus meningkat," kata dia.
• Kabar Baik di Tengah Lonjakan Kasus Virus Corona di Jakarta, Pakar UI: Pasien di Rumah Sakit Menurun
Lihat videonya mulai menit ke-00:40:
Kabar Baik di Tengah Lonjakan Corona
Pemerintah Kota (Pemkot) DKI Jakarta baru saja memutuskan untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi pada Jumat (5/6/2020).
Namun, grafik data pertambahan kasus Virus Corona justru meningkat pada beberapa hari terakhir.
Meski demikian, Pakar Kesehatan Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia, Professor Ari Fahrial Syam mengungkapkan kabar baik di tengah PSBB transisi.

• Profil Dokter Reisa Broto Asmoro, Mantan Putri Indonesia yang Jadi Jubir Pemerintah untuk Covid-19
Hal itu diungkapkan Professor Ari Fahrial Syam di acara Kabar Petang tvOne pada Senin (7/6/2020).
Mulanya, Ari Fahrial Syam menjelaskan bahwa PSBB transisi baru saja dimulai.
Sehingga dampaknya baru bisa dilihat pada satu hingga dua minggu ke depan.
Meski demikian, Ari menduga tetap akan ada penularan baru karena ada pelonggaran.
"Ya jadi kalau kita bilang masa transisi kan baru mulai beberapa hari jadi kalau mau lihat dampaknya baru seminggu dua minggu lagi," ujar Ari.
"Jadi kalau sekarang okelah, sekarang bebas sih di tengah masyarakat kemungkinan terjadi proses penyebaran infeksi," tambahnya.
Walaupun begitu Ari mengungkapkan kabar yang baik bahwa pasien yang dirawat di rumah sakit sudah menurun.
"Maka dia masuk ke dalam kita bisa bilang masa inkubasi maka baru bisa lihat nanti kasusnya satu sampai dua minggu ke depan, ini dampak transisi."
"Tapi musti kita lihat juga bahwa sebenarnya, saya bekerja di rumah sakit, saya lihat memang tren pasien rawat itu menurun sebenarnya," ungkapnya.
• Bawa Surat Bebas Covid-19, Dua Penumpang Pesawat Dinyatakan Positif Corona seusai Mendarat
Bahkan, jumlah pasien di rumah sakit darurat juga menurun.
"Seperti di Rumah Sakit Cipto, di Rumah Sakit Persahabatan, Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet saya kira menurun, jumlahnya 500."
"Artinya apa bahwa pasien yang memang perlu dirawat menurun," ujarnya.
Terkait pernambahan kasus, Ari menduga karena DKI Jakarta meningkatkan pengujian di zona-zona merah.
"Jadi betul yang disampaikan memang strategi pemerintahan DKI ini cukup benarp-benar di daerah merah tadi bener-bener ditingkatkan survaillance nya."
"Saya tahu memang dilakukan pemeriksaan swab dilakukan rapid test, di situlah karena memang di situ sebagai fokusnya maka terdapat cases-cases baru," ujar Ari.
Lihat videonya mulai menit ke-4:55:
(TribunWow.com/Mariah Gipty)