Breaking News:

Terkini Daerah

Pakai Rompi Pelampung saat Rapat Paripurna, Ketua Komisi C: Saya Khawatir DPRD Jember akan Tenggelam

Penggunaan rompi pelampung digunakan sebagai simbol untuk menyelamatkan DPRD Jember dari kebijakan Pemkab yang dinilai ngawur.

Penulis: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor: Rekarinta Vintoko
YouTube DPRD Jember
Ketua Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto yang mengenakan rompi pelampung saat rapat bersama Pemkab Jember, Senin (8/6/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Pemandangan berbeda terlihat saat rapat paripurna pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Jember tahun anggaran 2019, Senin (8/6/2020).

Pasalnya, Ketua Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto nampak mengenakan life jacket atau rompi pelampung berwarna oranye.

Tak hanya David saja, anggota DPRD Jember lainnya juga melakukan hal serupa.

Nasib Anggota DPRD Tulungagung yang Lempar Botol Bir dan Banting Toples di Area Pendopo Kabupaten

Sama-sama dari PDIP, Bupati Maryoto Enggan Polisikan Anggota DPRD Tulungagung yang Mengamuk

Ia adalah Ketua Fraksi PDI Perjuangan Edy Cahyo Purnomo.

Dikutip dari Kompas.com, penggunaan life jacket itu disebut oleh David sebagai bentuk keprihatinan terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember.

Sehingga ia berusaha untuk menyelamatkan DPRD Jember.

“Mohon maaf kalau saya pakai pelampung, karena saya khawatir DPRD Jember ini sebentar lagi akan tenggelam,” kata David, saat membacakan LKPJ dalam rapat paripurna yang disiarkan secara daring.

David menilai kebijakan yang dibuat oleh bupati dan Pemkab Jember ngawur.

Alasannya, pengadaan pelampung bagi nelayan dilakukan pada tahun 2018.

Kemudian, dibranding pada tahun 2019 dengan ditempeli foto Bupati Faida dan wakilnya, Abdul Muqiet Arif.

Sama-sama dari PDIP, Bupati Maryoto Enggan Polisikan Anggota DPRD Tulungagung yang Mengamuk

Tak Ada Toleransi, Begini Nasib Anggota DPRD yang Viral Cekcok dengan Petugas PSBB soal Masker

Lalu, baru dibagikan pada tahun 2020, yakni menjelang pelaksanaan Pilkada 2020.

“Kalau tidak percaya kebijakan ini ngawur, silahkan ditanyakan pada penerima bantuan, penerima manfaat,” tegas dia.

Dia bertanya-tanya apakah keselamatan para nelayan terjamin dengan pelampung yang baru diberikan itu, atau sebaliknya.

Sebab, pelampung itu disimpan cukup lama, namun tidak segera diberikan pada nelayan.

David merasa prihatin dengan kondisi yang terjadi di lingkungan Pemkab Jember.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Tags:
JemberDPRDRapat ParipurnaJawa Timur
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved