Breaking News:

Virus Corona

Masuki New Normal, Menhub Budi Karya Revisi Aturan Kapasitas Transportasi Tak Lagi 50 Persen

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengeluarkan kebijakan baru berupa revisi terhadap aturan kapasitas transportasi umum.

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Atri Wahyu Mukti
Youtube/KompasTV
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam tayangan Youtube KompasTV, Selasa (9/6/2020). Dirinya mengeluarkan kebijakan baru berupa revisi terhadap aturan kapasitas transportasi umum tidak lagi 50 persen. 

"Untuk jet narrow body dan wide body bisa dengan 70 persen," jelasnya.

Simak videonya:

Survei Kepuasan Jokowi Turun, Burhanuddin Singgung 'Blunder' Menteri

Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi mengungkapkan survei kepuasan masyarakat terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) menurun selama masa pandemi Virus Corona (Covid-19).

Ia memaparkan kepuasan masyarakat terhadap pemerintah pusat saat ini hanya 56 persen dan kepuasan terhadap sosok Jokowi sendiri 66 persen.

Menurut dia, angka tersebut turun cukup jauh dari survei yang diadakan bulan Februari 2020.

Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi mengungkapkan survei kepuasan terhadap Jokowi dan pemerintahannya menurun selama masa pandemi Virus Corona, Senin (8/6/2020).
Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi mengungkapkan survei kepuasan terhadap Jokowi dan pemerintahannya menurun selama masa pandemi Virus Corona, Senin (8/6/2020). (Capture YouTube Kompas TV)

 

 Survei Indikator: Elektabilitas Prabowo dan Jokowi Menurun, Ganjar dan Ridwan Kamil Makin Meningkat

Burhanuddin menilai perbedaan angka antara kepuasan terhadap Jokowi dengan pemerintah secara keseluruhan tampak signifikan.

Dilansir TribunWow.com, rincian survei itu ia sampaikan dalam tayangan Kompas TV, Senin (8/6/2020).

"Pertanyaan umum, tapi kita menanyakan variabel lain berkaitan dengan Covid-19," kata Burhanuddin Muhtadi.

Ia memberi contoh kejadian bantuan sosial (bansos) yang diterima tidak tepat sasaran di beberapa daerah.

Kesalahan penerima bansos tersebut terjadi akibat perbedaan data dengan kenyataan di lapangan.

"Misalnya yang kita tanyakan dan itu terlihat betul responsnya sangat negatif adalah bansos," kata Burhanuddin.

"Jadi penyaluran bansos lebih banyak yang mengatakan salah sasaran ketimbang yang tepat sasaran," lanjutnya.

Ia memberi contoh lain yang membuat kepuasan masyarakat semakin menurun.

Sebelumnya terdapat wacana untuk mengizinkan tenaga kerja asing (TKA) bekerja di Indonesia pada masa pandemi Virus Corona.

Halaman
123
Tags:
New NormalBudi Karya SumadiCovid-19
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved