Virus Corona
Bicara soal New Normal, Putut Prabantoro: Matinya American Dream
Bisa jadi, jika huru hara di dalam negeri tidak dapat dihentikan, Amerika Serikat akan kehilangan pemimpin tertingginya.
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Sejak pandemi tercatat ada 40 juta pengangguran di mana 55 persennya adalah perempuan.
Angka pengangguran ini naik dari 4,4 persen (Maret 2020) menjadi 14,7 persen (Mei 2020).
Selain itu, 1) dari 5 rumah tangga kekurangan pangan dan 6,1 juta self worker (pekerja informal) meminta tunjangan pengangguran.
Suramnya masa depan masyarakat AS juga diperparah dengan huru hara secara nasional di AS.
Jika tidak merupakan kematian American Dream, demikian ditegaskan Putut Prabantoro, saat ini merupakan kematian kapitalisme.
Kematian American Dream, hancurnya ekonomi AS dan kapitalisme harus menjadi pelajaran dalam melaksanakan tatanan baru kehidupan ekonomi Indonesia.
New “Habitus Baru” Normal harus dijadikan momentum untuk mewujudkan The New Indonesia yang mandiri dan berdaulat.
Para pemimpin bangsa yang memahami karakter bangsanya, mewariskan nilai usaha bersama dalam asas kekeluargaan untuk sistem ekonomi Indonesia.
Kesalahan bangsa Indonesia adalah mengekor sistem kapitalisme seperti yang dilihat di Amerika.
“Amanat pasal 33 UUD 1945 adalah mewujudkan kemakmuran rakyat Indonesia dan bukanhanya untuk segelintir atau sekelompok orang."
"Oleh karena itu, bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara."
"Untuk memakmurkan rakyatnya, segala kekayaan Indonesia harus diolah melalui usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan."
"Sebagai konsekuensinya, cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai negara."
"Negara yang berdaulat dan adil serta rakyatnya sejahtera adalah mimpi para pemimpin bangsa dan mimpi Indonesia,” tegas Putut Prabantoro.
Mengingat pandemi Covid tidak diketahui kapan berakhir, Putut Prabantoro yang juga penggagas Indonesia Raya Incorporated (IRI) ini mengingatkan, yang harus dilakukan dalam jangka pendek adalah pemerintah Indonesia harus memastikan ketersediaan pangan, air dan energi termasuk energi terbarukan.
Selama ketiga kebutuhan pokok ini terjamin, masa-masa yang sulit dapat terlewati.
Pemerintah juga diingatkan perlu melibatkan masyarakat untuk bergotong royong dalam mengatasi berbagai kesulitan di antara para warga kampung atau desa.
(Rilis)