Virus Corona

Peneliti UGM Minta Pemerintah Tak Buru-buru Terapkan New Normal di Bulan Juli: Belum Ada Penurunan

Dosen sekaligus peneliti UGM Mohamad Saifudin Hakim meminta agar pemerintah tak terburu-buru menerapkan New Normal.

Tribunnews/JEPRIMA
Ilustrasi - Aktivitas warga saat pulang kerja di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2020). Dosen sekaligus peneliti UGM Mohamad Saifudin Hakim meminta agar pemerintah tak terburu-buru menerapkan New Normal. 

TRIBUNWOW.COM - Istilah herd immunity tengah menjadi perbincangan hingga kontroversi di masyarakat sejak adanya wacana new normal di tengah pandemi Covid-19.

Meski dinilai bisa menghambat penyebaran virus, namun strategi herd immunity disebut dapat memakan korban dalam jumlah besar.

Dosen sekaligus peneliti virus Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Mohamad Saifudin Hakim menjelaskan, untuk mencapai kekebalan kelompok tersebut, sebagian besar populasi harus memiliki kekebalan terhadap suatu penyakit.

"Virus itu kan butuh inang untuk mempertahankan siklus hidupnya. Dan saat individu dalam populasi kebal terhadap virus tersebut, maka virus tidak bisa lagi menemukan inang untuk hidup," paparnya, Kamis (4/6/2020) seperti dilansir dari laman UGM.

Tanggapi Perubahan pasca Corona, Guru Besar UI Minta Kurangi Kesombongan: Masih Untung Ada Teknologi

Hakim menyebutkan terdapat dua cara untuk menciptakan kekebalan kelompok ini.

Pertama, secara artifisial melalui tindakan vaksinasi yang terbukti aman.

"Sayangnya, untuk kondisi sekarang ini, vaksin masih agak jauh tahap pengembangannya untuk bisa secara efektif mengatasi Covid-19," terang dosen Departemen Mikrobiologi FKKMK UGM ini.

Kedua, secara alamiah dengan infeksi alami.

Kekebalan kelompok ini didapat ketika seseorang terinfeksi penyakit secara alami.

Selanjutnya, tubuh akan merespons dengan membentuk kekebalan ketika berhasil sembuh dari infeksi tersebut.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved