Virus Corona
Peneliti UGM Minta Pemerintah Tak Buru-buru Terapkan New Normal di Bulan Juli: Belum Ada Penurunan
Dosen sekaligus peneliti UGM Mohamad Saifudin Hakim meminta agar pemerintah tak terburu-buru menerapkan New Normal.
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Istilah herd immunity tengah menjadi perbincangan hingga kontroversi di masyarakat sejak adanya wacana new normal di tengah pandemi Covid-19.
Meski dinilai bisa menghambat penyebaran virus, namun strategi herd immunity disebut dapat memakan korban dalam jumlah besar.
Dosen sekaligus peneliti virus Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Mohamad Saifudin Hakim menjelaskan, untuk mencapai kekebalan kelompok tersebut, sebagian besar populasi harus memiliki kekebalan terhadap suatu penyakit.
"Virus itu kan butuh inang untuk mempertahankan siklus hidupnya. Dan saat individu dalam populasi kebal terhadap virus tersebut, maka virus tidak bisa lagi menemukan inang untuk hidup," paparnya, Kamis (4/6/2020) seperti dilansir dari laman UGM.
• Tanggapi Perubahan pasca Corona, Guru Besar UI Minta Kurangi Kesombongan: Masih Untung Ada Teknologi
Hakim menyebutkan terdapat dua cara untuk menciptakan kekebalan kelompok ini.
Pertama, secara artifisial melalui tindakan vaksinasi yang terbukti aman.
"Sayangnya, untuk kondisi sekarang ini, vaksin masih agak jauh tahap pengembangannya untuk bisa secara efektif mengatasi Covid-19," terang dosen Departemen Mikrobiologi FKKMK UGM ini.
Kedua, secara alamiah dengan infeksi alami.
Kekebalan kelompok ini didapat ketika seseorang terinfeksi penyakit secara alami.
Selanjutnya, tubuh akan merespons dengan membentuk kekebalan ketika berhasil sembuh dari infeksi tersebut.
Herd immunity dengan infeksi secara alami, menurut pria yang meraih gelar doktor di bidang virologi dan imunologi dari Erasmus University Medical Center, Rotterdam, Belanda itu, sangatlah berisiko.
Tidak hanya menyebabkan terjadinya sakit atau penyakit, tetapi individu yang terkena infeksi alami juga berpotensi menjadi agen penularan.
• Viral Video 100 Orang Bawa Senjata Tajam Ambil Paksa Jenazah PDP Corona, RS Relakan Tak Ingin Cekcok
Kondisi tersebut akan semakin memakan banyak korban jiwa.
Itulah mengapa, Saifudin mengatakan masyarakat tidak boleh dibiarkan bebas begitu saja seperti kondisi sebelum ada wabah.
Jangan terburu-buru terapkan new normal