Virus Corona
Kasus Corona di DKI Menurun, Sosiolog Singgung Arus Mudik ke Jatim: Jangan-jangan Episentrum Pindah
Sosiolog Imam Prasodjo mengomentari soal membeludaknya kasus Virus Corona di Jawa Timur.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Ananda Putri Octaviani
Meski kasus Virus Corona di DKI menurun, Imam menyebut kenaikan justru terjadi di daerah di luar Ibu Kota.
"Tetapi yang meningkat tajam adalah di luar DKI dan ini dimulainya, naiknya itu mulai bulan April (2020) malah," jelas Imam.
"Dan kemudian puncaknya itu sekitar Mei tanggal 23 kalau tidak salah."
Karena itu, ia menduga ada perpindahan episentrum dari Jakarta ke daerah saat arus mudik lebaran.
Imam lantas mengimbau pemerintah benar-benar menyiapkan insftastruktur kesehatan di daerah-daerah untuk menanggulangi lonjakan Virus Corona di luar DKI.
"Artinya yang saya khawatirkan dulu pernah kita bicarakan, jangan-jangan ini episentrum pindah ke wilayah luar Jakarta."
"Yang kalau ini kita tidak hati-hati, insfrastruktur kesehatan di daerah itu kan jauh lebih sedikit."
"Oleh karena itu mudah-mudahan ini bisa diatasi sehingga tidak terjadi bencana di luar DKI," tandasnya.
Simak video berikut ini dari menit awal:
Jatim Disebut Zona Hitam
Di sisi lain, Ketua Gugus Kuratif Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyudi memberikan tanggapan terkait Surabaya disebut-sebut masuk status zona hitam.
Dilansir TribunWow.com dalam acara Kabar Khusus tvOne, Rabu (3/6/2020), Joni Wahyuhadi mengatakan tidak ada yang namanya zona hitam untuk melabeli status suatu daerah.
Menurutnya, hanya tiga warna untuk menggambarkan kondisi daerah akibat Corona, yakni merah, kuning dan hijau.
• Dengar Jawaban dari Pakar Gugus Tugas, Pandu Riono Minta New Normal untuk Ditunda 2 Minggu
Sedangkan Surabaya sendiri dikatakan Joni Wahyudi masuk sebagai zona merah.
"Enggak ada zona hitam itu, jadikan warnanya ada tiga, merah, kuning dan hijau," ujar Joni Wahyudi.