Terkini Internasional
Akibat 20 Ribu Ton Minyak Diesel Tumpah, Presiden Rusia Putin Tetapkan Status Darurat Nasional
20.000 ton bahan bakar diesel tumpah ke sungai di dalam Lingkaran Arktik. Presiden Rusia, Vladimir Putin tetapkan status keadaan darurat.
Editor: Rekarinta Vintoko
"Ini adalah volume tumpahan minyak yang sangat besar," katanya.
"Sulit bagi mereka untuk membersihkannya atau membendungnya," sambungnya.
Knizhnikov mengatakan volume tumpahan minyak ini jauh lebih besar daripada tumpahan Kerch tahun 2007 lalu, yang tumpah 5.000 ton minyak.
• Riza Patria Beberkan Sanksi-sanksi PSBB Masa Transisi, Sebut Lebih Ketat dan Tegas Hukum Pelanggar
Pada saat itu tumpahan di selat Laut Hitam adalah yang terbesar di Rusia.
Tumpahan minyak di selat Laut Hitam memerlukan intervensi militer dan ratusan sukarelawan.
Knizhnikov mengatakan bahan bakar diesel lebih ringan dari minyak, sehingga cenderung menguap daripada tenggelam.
Namun ia mengatakan bahwa diesel itu lebih beracun untuk dibersihkan.
Sungai Ambarnaya tercemar akibat dari tumpahan itu akan sulit untuk dibersihkan, karena sungai itu terlalu dangkal.
Sehingga, kapal tongkang dan lokasi kejadian yang terpencil tidak bisa dilalui kapal besar, kata para pejabat kepada Putin.
Menteri lingkungan Rusia, Dmitry Kobylkin, mengatakan dia pikir membakar bahan bakar, yang disarankan beberapa orang terlalu berisiko.
“Ini situasi yang sangat sulit. Saya tidak bisa membayangkan membakar begitu banyak bahan bakar di wilayah Arktik ... api yang sangat besar di daerah itu akan menjadi masalah besar,” ujarnya. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)
Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul 20.000 Ton Minyak Diesel Tumpah, Presiden Rusia Umumkan Status Darurat Nasional