Breaking News:

Virus Corona

Ungkap Penyebab Kasus Positif di Jawa Timur Terus Meningkat, Epidemiolog: Ada Dua Faktor

Epidemiolog dari FKM UI, Pandu Riono, membeberkan analisis penyebab kasus harian Covid-19 di jawa Timur terus melonjak.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Ananda Putri Octaviani
IRNA
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNWOW.COM - Epidemiolog dari FKM UI, Pandu Riono, membeberkan analisis penyebab kasus harian Covid-19 di jawa Timur terus melonjak.

Pandu menyinggung adaya dua kemungkinan yang dapat menyebabkan peningkatan tersebut.

Kemungkinan tersebut antara lain akibat adanya pergerakan arus mudik yang dilakukan penduduk dari wilayah berzona merah ke daerah-daerah di Jawa Timur.

Selain itu bisa juga dikarenakan tes untuk mengidentifikasi Virus Corona yang digalakkan sehingga ditemukan banyak warga yang ternyata sudah terjangkit.

Jokowi Instruksikan Penanggulangan Covid-19 Difokuskan ke Jawa Timur: Betul-betul Saya Minta

Dilansir Kompas.com, Senin (1/6/2020), melihat adanya peningkatan kasus positif Covid-19 di Jawa Timur, Pandu menyoroti adanya dua kemungkinan.

Penyebab pertama adalah karena adanya arus mudik ke Jawa Timur dari daerah-daerah berzona merah seperti Jabodetabek.

Kedatangan para warga yang menjalankan tradisi mudik menjelang hari Idul Fitri tersebut meningkatkan potensi penularan pada keluarga yang didatangi.

Pasalnya, pasien yang tidak menyadari dirinya telah terjangkit, bisa dengan leluasa bertemu sanak keluarga dan menyebarkan virus tersebut secara luas.

Sementara itu, kemungkinan lain yang menyebabkan adanya peningkatan kasus tersebut adalah karena tes deteksi Covid-19 yang dilaksanakan secara masif.

Dengan dilakukannya tes tersebut, maka akan muncul jumlah orang yang terjangkit Virus Corona secara faktual.

"Dua faktor yang berpengaruh karena banyak orang yang mudik atau mudik balik, dan peningkatan kapasitas tes pada penduduk yang berisiko," terang Pandu saat dihubungi Kompas.com, Minggu (31/5/2020).

Apabila peningkatan kasus tersebut sejalan dengan peningkatan kapasitas tes Covid-19, Pandu mengatakan bahwa hal itu merupakan tanda yang baik.

Dengan banyaknya warga yang diketahui terjangkit Virus Corona, maka penanganan lebih lanjut akan dapat dilakukan dan bisa menekan penularan lebih lanjut.

Oleh karenanya, Pandu mewanti-wanti agar daerah dengan kasus yang minim tetap waspada karena itu belum berarti daerahnya bebas Covid-19.

"Sehingga kalau ada kabupaten atau kota yang nol kasus atau sedikit, mungkin disebabkan tes yang sedikit juga. Jangan senang dulu," ujar Pandu.

Kasus Positif di Jawa Timur Capai 4.112, Ketua Tracing Covid: Mau Tak Mau akan Memasuki New Normal

Pandu kemudian menyoroti status pembatasan sosial bersakala besar (PSBB) yang menurutnya masih harus ditetapkan di Jawa Timur.

Pasalnya, dengan peningkatan kasus positif Covid-19 harian tersebut, Jawa Timur dinilai belum bisa mengendalikan pandemi di wilayahnya.

"Jatim belum memenuhi syarat utama dari epidemiologi (untuk melakukan pelonggaran batasan), bahwa penularan belum terkendali," tandas Pandu.

Diketahui, pada Minggu (31/5/2020), total penambahan kasus positif Covid-19 baru di Indonesia ada sebanyak 700 kasus.

Sehingga, total kasus keseluruhan selama ini menjadi sebanyak 26.473 kasus.

Adapun jumlah kasus baru terbanyak datang dari daerah Jawa Timur dengan penambahan kasus sebanyak 244 kasus.

Data ini menunjukkan bahwa provinsi Jawa Timur menjadi provinsi dengan peningkatan kasus harian tertinggi di Indonesia.

Adanya Klaster Penyebaran

Provinsi Jawa timur menjadi satu diantara daerah dengan penambahan kasus positif Virus Corona yang masih tinggi.

Hal ini disinyalir karena adanya penularan dari sejumlah klaster besar yang ada di wilayah tersebut.

Untuk itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara khusus telah meminta jajarannya untuk memberikan perhatian secara penuh untuk membantu penanggulangan Covid-19 di Jawa Timur.

Sesuai instruksi presiden, jajaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah memberikan dukungan berupa dana operasional dan alat-alat medis.

Sementara itu, Ketua Gugus tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, mengungkapkan alasan Jawa Timur masih terus memiliki penambahan kasus yang tinggi.

Menurutnya hal ini merupakan perkembangan penularan dari klaster-klaster besar yang ada di Jawa Timur.

"Jawa Timur ini termasuk daerah yang potensi dari klaster tertentu sangat tinggi. Antara lain dari Gowa, kemudian jemaah tabligh, termasuk juga yang berasal dari dalam yaitu Pesantren Temboro dan Pabrik Sampoerna," ungkap Doni.

Pihak Gugus Tugas dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur masih terus melakukan penelusuran kontak terhadap orang-orang yang terlibat dengan klaster tersebut.

Menurut Doni, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menangani kasus-kasus tersebut dengan baik.

Pemprov telah memaksimalkan penanggulangan penyebaran Virus Corona tersebut dengan bekerja bersama jajaran TNI dan Polri.

Untuk mendukung kinerja pemprov dalan menekan angka penularan, pemerintah pusat melalui Gugus Tugas juga telah memberikan sejumlah bantuan.

Satu diantaranya berupa dua buah alat tes polymerase chain reaction (PCR) yang digunakan untuk mendeteksi adanya Covid-19 pada sampel swab pasien.

Alat PCR berkapasitas 4 mesin tersebut dikatakan dapat menguji hingga 800 spesimen dalam sehari.

Adapun bantuan lain yang diberikan berupa tiga buah rumah sakit lapangan dengan fasilitas pendukung, dan bantuan dana untuk operasional rumah sakit lapangan tersebut.

"Kemudian ada tiga unit rumah sakit lapangan yang berupa tenda dengan fasilitas AC dan pendukung lainnya. Pemerintah dalam hal ini Gugus Tugas telah menyalurkan dana operasional untuk rumah sakit lapangan sebesar Rp 10 miliar," ujar Doni. (TribunWow.com)

Artikel ini merupakan olahan dari Kompas.com dengan judul "Mengapa Kasus Covid-19 di Jawa Timur Melonjak? Ini Penjelasan Epidemiolog..." dan "Ini Penyebab Kasus Harian Covid-19 di Jawa Timur Meningkat"

Tags:
CoronaCovid-19Jawa TimurEpidemiolog
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved