Terkini Nasional
Bahas Teror di Balik Batalnya Seminar Pemecatan Presiden, Hendri Satrio: Pak Jokowi Tahu Enggak Sih?
Pengamat Komunikasi Politik, Hendri Satrio menganggap ada pengebirian demokrasi di era Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNWOW.COM - Pengamat Komunikasi Politik, Hendri Satrio menganggap ada pengebirian demokrasi di era Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dilansir TribunWow.com, hal itu disampaikan Hendri Satrio terkait dengan pembatalan seminar pemecatan presiden di masa pandemi yang diadakan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM).
Bahkan, pembatalan itu kabarnya disebabkan karena pihak panitia mendapat teror pembunuhan dari oknum yang belum diketahui asal-usulnya.

• Soal Batalnya Seminar Pemecatan Presiden, Pengamat Kritik Pemerintahan Jokowi: Ada Pengalihan Isu
• Kelelahan Tangani Pasien, Tim Analis Mobil PCR yang Sempat Diperebutkan Risma Minta Libur
Hal tersebut disampaikan Hendri Satrio melalui kanal YouTube Apa Kabar Indonesia tvOne, Sabtu (30/5/2020).
"Memang ada perbincangan bahwa mungkin ada pihak yang menginginkan ada isu selain Covid-19 yang dibicarakan," ucap dia.
"Karena Covid-19 ini akan terkait dengan ekonomi, maka muncullah isu-isu yang sebetulnya seksi tapi menurut saya sampai saat ini gagal masuk untuk menggantikan permasalahan ekonomi akibat Covbid-19."
Terkait hal itu, ia lantas menyinggung soal kepemimpinan Jokowi sejak periode pertama.
Isu soal kebebasan menurutnya tak pernah menjadi fokus utama mantan wali kota Solo itu.
"Isu soal komunisme dan yang kedua soal ini, isu soal kebebasan berpendapat."
"Tapi lagi-lagi dari periode pertama Pak Jokowi, ini kerap terjadi dan memang ya tidak menjadi fokus utama Pak Jokowi," tandasnya.
Lebih lanjut, Hendri lantas menyebut adanya kesalahan komunikasi di pemerintahan Jokowi.
• Jokowi Minta Tetap Produktif, Pandu Riono Sindir New Normal Hanya Pentingkan Ekonomi: Bisa Nunggu
Hendri pun menyinggung kasus pemecatan anggota TNI, Ruslan Buton, karena mendesak sang presiden mundur dari jabatan.
"Lagi-lagi saya mengatakan bahwa mungkin ada kesalahan penerjemahan visi misi Pak Jokowi di sini dan masalah komunikasi yang tidak ekstravaganza," ucap Hendri.
"Menurut saya pertanyaan besarnya kan begini, dalam hal misalnya sebelumnya ada Ruslan Buton, kemudian ada case UGM ini."
Terkait hal itu, Hendri lantas menganggap ada pengebirian demokrasi di era pemerintahan Jokowi.