Breaking News:

Virus Corona

Kapan Waktu yang Tepat untuk Memulai New Normal? Begini Penjelasan Pakar Epidemiologi

Ahli menjelaskan bahwa New Normal atau kenormalan baru bukan hanya sekadar membuka ruang publik.

Tribunnews/Herudin
Ilustrasi - Pekerja memakai masker melintas di daerah Dukuh Atas, Jakarta Selatan, Senin (6/4/2020). Pemerintah mengeluarkan aturan kepada seluruh masyarakat agar wajib memakai masker apabila ke luar rumah, hal itu seiring dengan imbauan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona (Covid-19) dengan tatanan new normal. 

TRIBUNWOW.COM - New Normal atau kenormalan baru, ramai diperbincangkan sebagai rencana yang akan diambil setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilonggarkan nantinya.

New normal juga identik dikaitkan dengan pembukaan sarana atau ruang publik, perkantoran, industri, sekolah, dan lain sebagainya.

Hal ini agar masyarakat dapat beradaptasi dan beraktivitas seperti biasa meski pandemi Covid-19 belum usai.

Demi Cegah Penyebaran Covid-19, Kemendikbud Minta Pemda Terapkan PPDB 2020 secara Daring

Namun ternyata, pakar epidemiologi menegaskan bahwa new normal bukan sekadar skenario membuka ruang publik seperti yang kita bayangkan.

Apa itu new normal?

Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengatakan, new normal lebih menekankan kepada kesiapan individu terhadap aktivitas di luar rumah meski Virus Corona SARS-CoV-2 - penyebab Covid-19 - belum lenyap sekali pun.

"Sebenarnya new normal adalah perilaku kita kalau nantinya aktivitas sudah berjalan seperti biasa," kata Pandu kepada Kompas.com, Rabu (27/5/2020).

Nantinya memang ruang publik seperti perkantoran, sekolah, industri, mal, dan lain sebagainya akan dibuka lagi.

Namun yang terpenting dari hal itu, kata Pandu, adalah bagaimana perilaku kita saat berada di ruang publik tersebut.

Setiap pemangku kebijakan dari berbagai sektor - entah sekolah, perkantoran, mal, industri, dll - harus menerapkan standar dan syarat yang harus dipatuhi ketika mulai membuka layanan.

Benarkan Cerita Viral Pasien Covid-19 yang Mengaku Kamarnya Dirantai, RSUD Masohi Berikan Alasannya

Standar dan syarat itu harus tetap mengikuti protokol pencegahan penularan Covid-19.

"Jadi nanti kalau kita mulai bekerja, kantornya seperti apa, penerapan atau aturan yang diberlakukan di kantor seperti apa, dan juga pegawainya harus bagaimana. Itu perlu diperhatikan di kondisi new normal nanti," ujar dia.

Lebih tepatnya, new normal merupakan cara mengatur situasi perilaku penduduk, baik itu masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan ragam sektor lainnya supaya menurunkan risiko terhadap kemungkinan penularan Covid-19, karena Virus Corona SARS-CoV-2 itu masih ada.

Kapan waktu tepat memulai new normal?

Terkait pelaksanaan atau kapan waktu yang tepat memberlakukan pembukaan ragam sektor untuk memulai kondisi new normal, Pandu menegaskan, kita perlu melihat kajian evaluasi epidemiologi kondisi wilayah yang akan dilonggarkan tersebut.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Tags:
EpidemiologNew Normalpembatasan sosial berskala besar (PSBB)Covid-19
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved