Virus Corona

New Normal, Sekolah akan Dibuka 15 Juni, Kak Seto Minta Jangan Kejar Target: Kemudian Banyak Korban

Ketua LPAI Seto Mulyadi menyampaikan pendapatnya tentang wacana sekolah yang akan dibuka kembali.

Capture YouTube TvOne
Ketua LPAI Seto Mulyadi (Kak Seto) meminta tidak terburu-buru membuka sekolah dalam rangka new normal, dalam Kabar Petang, Kamis (28/5/2020). 

Hal itu Retno sampaikan dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia diMetro TV, Rabu (27/5/2020).

"Kalau melihat new normal, yang pemerintah keluarkan itu ada gambaran tentang new normal," kata Retno Listyarti.

Ia menyebutkan pembukaan sekolah masuk dalam fase ketiga new normal.

"Fase tiga itu terhitung 15 Juni 2020. Tahun ajaran baru sendiri adalah 13 Juli 2020," kata Retno.

Retno menilai situasi saat ini belum benar-benar tepat untuk memulai new normal.

Hal itu ia simpulkan melihat masih banyaknya kasus baru setiap harinya.

"Kalau melihat situasi dan kondisi kasus yang terus naik, kalau pun turun masih fluktuatif dengan angka yang tinggi, sebenarnya ini belum tepat kita membuka sekolah pada Juni atau Juli," ungkap Retno.

Ia kemudian membandingkan dengan negara lain yang sudah menjalankan aktivitas seperti biasa.

Menurut Retno, negara China baru berani membuka sekolah saat benar-benar sudah tidak ada kasus baru.

Komisioner KPAI Retno Listyarti mempertanyakan kesiapan membuka kembali sekolah dalam rangka new normal, Rabu (27/5/2020).
Komisioner KPAI Retno Listyarti mempertanyakan kesiapan membuka kembali sekolah dalam rangka new normal, Rabu (27/5/2020). (Capture YouTube Metro TV News)

 Pemkot Bekasi Siap Terapkan New Normal setelah PSBB Berakhir 29 Mei, Apa Saja Aturannya?

"Kalau belajar dari negara lain, kayak China itu nol kasus dulu selama sepuluh hari baru membuka sekolah," katanya.

"Itu gurunya diisolasi dulu selama 14 hari oleh negara baru boleh mengajar," jelas Retno.

Membandingkan dengan negara tersebut, Retno mempertanyakan kesiapan pemerintah membuka kembali sekolah.

"Ini 'kan persiapan seperti ini apa sudah dilakukan oleh pemerintah Indonesia?" tanya Retno.

"Kalau zero kasus, berarti 'kan enggak ada kasus sama sekali selama sepuluh hari," lanjut dia.

Ia menyebutkan pertambahan kasus baru di Indonesia setiap hari masih mencapai jumlah ratusan pasien.

"Itu 'kan berarti harus ditunggu apakah dengan angka ratusan saat ini memungkinkan?" tanya Retno lagi.

Selain itu, dalam PSBB yang sudah berlangsung pun masih banyak warga yang melanggar aturan.

"Apalagi dengan kemarin bandara membludak, mal membludak, kemudian pasar juga seperti itu," papar Retno.

"Ini apakah mungkin new normal bisa terjadi di 15 Juni untuk sekolah?" tanya dia.

Ia mengaku meragukan kemampuan pemerintah menyiapkan new normal.

"Kami meragukan karena banyak sekolah juga tidak siap sebenarnya," tambahnya.

"Dari sisi wastafel, sabun cuci tangan, disinfektan itu sangat sedikit sebenarnya sekolah yang siap dengan protokol kesehatan ketat," tutup Retno. (TribunWow.com/Brigitta Winasis)

Ikuti kami di
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Tiffany Marantika Dewi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved