Breaking News:

Virus Corona

Dinas Kesehatan Kota Semarang Minta Maaf soal Video Sosialisasi terkait Kehamilan yang Viral

Dinas Kesehatan Kota Semarang minta maaf soal video sosialisasi dari seorang petugas kesehatan yang viral di media sosial.

Editor: Claudia Noventa
cdv.gov
ilustrasi hamil 

TRIBUNWOW.COM - Dinas Kesehatan Kota Semarang minta maaf soal video sosialisasi dari seorang petugas kesehatan yang viral di media sosial.

Pasalnya, dalam video tersebut petugas tersebut menyampaikan imbauan terkait penundaan hamil kepada masyarakat dengan kalimat yang kurang tepat.

Dikutip dari Kompas.com, Kamis (28/5/2020), Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam menjelaskan sosialisasi tersebut dilakukan oleh petugas Gasurkes KIA sebagai upaya untuk pencegahan penularan Covid-19 untuk ibu hamil.

Balon Udara Jatuh di Bandara Ahmad Yani Semarang, Manajemen: Bisa Dikenai Denda Maksimal Rp 500 Juta

Hakam mengatakan sosialisasi tersebut merupakan imbauan dari BKKBN Pusat terkait penundaan kehamilan.

Ia juga mengakui bahasa yang disampaikan oleh petugas terlalu apa adanya.

Sehingga pihaknya akan melakukan evaluasi.

Hakam juga menegaskan, tidak ada maksud lain selain melakukan sosialisasi tersebut.

"Kami akui, bahasa sosialisasi petugas kami terlalu apa adanya. Hal tersebut menjadi koreksi kami ke depan dalam melakukan sosialisasi. Tapi, pada dasarnya, tidak ada maksud apa pun selain untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat," kata Hakam, Kamis (28/5/2020).

Untuk itu, pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan karena viralnya video sosialisasi tersebut.

Kendati demikian, Hakam meminta masyarakat untuk tidak khawatir, terutama ibu yang sedang mengandung.

"Sampai saat ini, belum ada bukti janin yang ada di dalam kandungan bisa tertular dari ibu yang positif Covid-19. Namun, upaya pencegahan tetap dilakukan."

Di Tengah Pandemi Virus Corona, Tim Ekspedisi Asal China Tetap Daki Gunung Everest untuk Ukur Tinggi

"Terus lakukan upaya pencegahan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Gunakan masker saat terpaksa keluar rumah dan tetap jaga jarak aman," ujar dia.

Seperti diketahui, di dalam video berdurasi 55 detik itu tampak petugas Puskesmas Purwoyoso mengingatkan ibu-ibu untuk menunda kehamilan.

Meski diminta untuk menunda kehamilan, petugas kesehatan tersebut dalam imbauannya tetap memperbolehkan pasangan suami istri untuk berhubungan badan asal menggunakan kontrasepsi.

Bayi Usia 5 Bulan Meninggal setelah Diberi Minum Darah Kura-kura dari Dukun untuk Cegah Virus Corona

"Bu, kami dari Puskesmas Purwoyoso Dinas Kesehatan Kota Semarang ingin mengimbau untuk ibu-ibu di Kelurahan Purwoyoso, khususnya di RW 003 untuk jangan hamil dulu nggeh di masa pandemi ini. Ingat, hamil muda itu rawan dan banyak keluhan."

"Daya tahan tubuh ibu-ibu nanti bisa turun. Ibu-ibu bisa mual, muntah, dan mudah terserang Covid-19. Tunda hamil dulu, kawin boleh, nikah boleh, tapi hamil jangan."

"Ingat ya ibu-ibu, sekali lagi tunda hamil dulu, kawin boleh, nikah boleh, hamil jangan. Bapak-bapaknya ditahan dulu nggih. Boleh nikah, boleh kawin asal pakai kontrasepsi," katanya melalui video yang beredar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Video Viral Sosialisasi Tunda Kehamilan, Kawin Boleh Hamil Jangan, Ini Klarifikasinya

Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved