Kabar Internasional
Buntut Kematian George Floyd, Gelombang Aksi Protes dan Penjarahan Terjadi di Sejumlah Kota di AS
Publik Amerika Serikat mengecam aksi rasisme yang dilakukan oleh polisi Minneapolis terhadap George Floyd.
Penulis: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Buntut tewasnya pria berkulit hitam, bernama George Floyd akibat diinjak lehernya oleh polisi memicu kemarahan publik.
Kerusuhan yang berujung penjarahan pun pecah di kota Minneapolis, Amerika Serikat, Rabu (27/5/2020) malam waktu setempat.
Dilansir oleh AP News via Tribunnews, Jumat (28/5/2020), sejumlah penjual memilih untuk menutup tokonya lebih awal karena takut terjadi bentrokan susulan.
• Keluarga Tuntut Polisi yang Injak George Floyd Dihukum Mati: Mereka Ambil Nyawa Saudaraku
• Momen George Floyd Terbunuh oleh Polisi di Minnesota: Pak Polisi Tolong Saya Tidak Bisa Bernapas
Kerusuhan juga berujung pada penonaktifan sistem kereta dan layanan bus.
Pada Kamis siang waktu setempat, aksi demonstrasi bergerak ke wilayah Midway St Paul.
Menurut polisi ada 50 hingga 60 orang yang menuju pusat perbelanjaan, target untuk melakukan penjarahan.
Polisi dan mobil patroli memblokir pintu masuk, tetapi penjarahan beralih ke toko-toko di sepanjang University Avenue di dekatnya.
Menjelang sore, jendela-jendela pertokoan hancur dan petugas pemadam kebakaran memadamkan beberapa pusat api kecil.
Juru bicara Pemerintah Kota St Paul, Steve Linders mengatakan pihak berwenang sedang menangani kerusuhan di sekitar 20 wilayah yang berbeda.
"Silakan tinggal di rumah. Tolong jangan datang ke sini untuk protes. Tolong jaga fokus pada George Floyd, pada memajukan gerakan kami dan mencegah ini agar tidak terjadi lagi," cuit Wali Kota St Paul, Melvin Carter.
Seorang demonstran, Erika Atson yang berkulit hitam mengaku geram atas apa yang terjadi pada George Floyd.
Dia menyamakannya dengan insiden yang dialami dua kakak laki-lakinya saat dituduh polisi membawa senjata di usia 14 tahun dan 11 tahun.
• Kasus George Floyd yang Tewas karena Lehernya Diinjak Polisi Picu Kemarahan, Warga AS Demo Protes
• Tangis Wanita Perekam Detik-detik George Floyd Tewas Diinjak Polisi: Dia Benar-benar Tak Bisa Napas
Dia mengaku akan membela Floyd dan khawatir membesarkan anak-anak yang mungkin rentan dengan tindakan anarkis polisi kulit putih.
"Kami tidak ingin berada di sini berperang melawan siapa pun. Kami tidak ingin ada yang terluka. Kami tidak ingin menyebabkan kerusakan," kata Atson.
"Kami hanya ingin petugas kepolisian dimintai pertanggungjawaban," tambahnya.