Virus Corona
86 Anak di NTB Positif Corona, Dinkes Sebut Orang Tua Biarkan Tak Pakai Masker: Anak-anak Kuat Kok
Kepala Dinkes NTB Nurhandini Eka Dewi menjelaskan alasan tingginya penderita Virus Corona di wilayah tersebut kebanyakan anak-anak.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Nusa Tenggara Barat (NTB) Nurhandini Eka Dewi menjelaskan alasan tingginya penderita Virus Corona di wilayah tersebut kebanyakan anak-anak.
Diketahui sebanyak 86 anak di NTB dinyatakan positif terinfeksi Virus Corona (Covid-19) per Kamis (28/5/2020).
Dari jumlah tersebut, didominasi penderitanya adalah bayi dan balita.

• Kasus Positif di Jawa Timur Capai 4.112, Ketua Tracing Covid: Mau Tak Mau akan Memasuki New Normal
Sementara itu sebanyak tiga bayi berusia di bawah satu tahun telah meninggal dunia.
Dilansir TribunWow.com, Nurhandini menyebutkan orang tua masih belum memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan anak-anaknya.
"Anak-anak masih dibawa keluar," kata Nurhandini Eka Dewi, dalam tayangan Kompas TV, Kamis (28/5/2020).
Saat bepergian ke luar rumah, Nurhandini menyebutkan masih banyak orang tua yang tidak memakaikan masker anaknya.
"Coba lihat sore-sore iseng di pinggir jalan, berapa anak yang dibonceng orang tuanya?" tanya Nurhandini.
"Pakai masker tidak? Pasti enggak," lanjutnya.
"Walaupun pake masker, anaknya tidak," kata Nurhandini.
Menurut Nurhandini, hal tersebut menjadi faktor melonjaknya kasus Covid-19 pada anak-anak.
"Dari situ sudah kelihatan kenapa anak-anak yang kena," ungkap Nurhandini.
Ia mengungkapkan fakta bahwa kekebalan tubuh anak-anak sebetulnya lebih rentan daripada orang dewasa.
Maka dari itu anak-anak perlu perlindungan, terutama saat bepergian keluar rumah.
"Kesadaran bahwa anak itu adalah makhluk yang patut dilindungi karena sistem imunitasnya belum sempurna," papar Nurhandini.
Ia menyebutkan para orang tua sering tidak memahami fakta kesehatan tersebut.
"Tadi saya baru ketemu orang, ada pendapat di kalangan awam yang baru saya dengar tadi, 'Anak itu dia kuat, Bu'," ungkapnya.
Berdasarkan asumsi itu, para orang tua sering secara sadar tidak memakaikan masker kepada anak-anaknya.
• Viral Curhat Pasien Positif Covid-19 di Ruang Isolasi, Pihak RS Buka Suara: Pintu Dirantai Itu Betul
Hal tersebut tidak hanya ditemui sekali oleh Nurhandini.
"Jadi ada rumor di lapangan, 'Biarkan saja, anak-anak itu kuat, kok'," kata Nurhandini.
"Padahal justru kebalikannya," tambahnya.
Dikutip dari Kompas.com, ia menjabarkan data kasus positif di sejumlah wilayah di NTB.
Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkian penularan terhadap anak-anak masih tinggi.
"Dari data terbaru hari ini, atau 28 kasus positif Covid-19, empat di antaranya adalah anak-anak, dan semua berasal dari Kabupaten Lombok Timur, tiga balita dan satu usia anak-anak, itu artinya masih ada penularan terhadap anak-anak hingga hari ini," terang Nurhandini.
Dari 86 anak yang positif Covif-19, 35 di antaranya adalah balita dengan usia 0-5 tahun.
Artinya jumlah tersebut merupakan lima persen kasus positif di NTB.
Selanjutnya 51 anak berusia 5-18 tahun atau 10 persen dari total kasus.
Nurhandini memprediksi kasus akan terus bertambah.
"Terutama untuk kasus anak dan balita, jika orang tua tidak disiplin dan tetap saja mengajak anak-anak mereka keluar rumah," jelasnya.
• Pemerintah Kabupaten Madiun Rapid Test 1.000 Pegawai Rokok setelah Ada yang Dinyatakan Positif
Lihat videonya mulai dari awal:
Puluhan Anak di NTT Positif Corona
Puluhan anak di Nusa Tenggara Timur (NTT) dinyatakan positif terjangkit Virus Corona.
Dilansir TribunWow.com, Kepala Dinas Kesehatan NTT, Dominikus Minggu Mere menyebut ada sekitar 20 anak dari total kasus Corona di NTT.
Sedangkan total kasus Corona di NTT hingga Sabtu (23/5/2020) adalah 82 kasus, 75 di antaranya masih dirawat.
• Viral Balita di Palembang Dijemput Petugas Ber-APD Lengkap, Dokter: Ternyata Positif Corona
Dominikus mengatakan bahwa munculnya puluhan kasus positif pada anak tersebut berasal dari dua klaster dari luar NTT.
Dua klaster itu adalah dari sekolah di Magetan dan Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala Grogol, Jakarta.
Hal ini disampaikan Dominikus dalam tayangan Youtube KompasTV, Minggu (24/5/2020).
"Dari pasien yang ada kalau sekarang 82, kurang lebih 20 orang, anak termasuk kategori anak, anak itu dalam definisi 0 -18 tahun," ujar Dominikus.
"Ada beberapa klaster yang masuk di kategori itu, antara lain klaster Magetan, klaster Sangkakala," jelasnya.
Sebelumnya puluhan anak NTT kembali dari sekolah asal mereka yang berasal dari dua klaster tersebut.
Kemudian mereka menjalani rapid test dan pemeriksaan sampel swab.
Dan hasilnya menunjukkan sekitar 20 orang anak reaktif Covid-19.

• Lepas dan Buang Bajunya, Kades di Gresik Protes Keras pada Camat Lantaran Warganya Tak Dapat JPS
Saat ini kondisi anak-anak umumnya cukup stabil dan tengah menjalani isolasi serta perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di wilayah NTT.
Sementara itu, NTT kembali mendapati kasus baru Virus Corona pada Sabtu (23/5/2020), setelah sempat terhenti pada dua hari sebelumnya.
NTT mengalami penambahan 3 kasus baru, sehingga total menjadi 82 dari sebelumnya 72 kasus. (TribunWow.com/Brigitta Winasis/Elfan)