Virus Corona
Soal Protokol Kesehatan New Normal di Sekolah, Menkes Terawan: Supaya Tidak Ada Salah Persepsi
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan bahwa protokol kesehatan new normal di sekolahan akan berbeda.
Penulis: Khistian Tauqid Ramadhaniswara
Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNWOW.COM - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan bahwa protokol kesehatan new normal di sekolahan akan berbeda.
Seperti diketahui beberapa daerah di Indonesia akan menerapkan protokol tatanan new normal atau normal baru yang produktif dan aman Covid-19.
Sebanyak empat provinsi, yakni Jawa Barat, Sumatera Barat, DKI Jakarta dan Gorontalo yang akan terlebih dahulu menerapkan new normal.

• UPDATE Virus Corona di Indonesia Rabu 27 Mei 2020: Bertambah 686, Jumlah Kasus Positif Capai 23.851
Sedangkan untuk protokol kesehatan di empat provinsi tersebut tentunya akan diperketat, mengingat masyarakat bisa beraktivitas secara normal.
Sedangkan untuk protokol kesehatan di sekolah yang ada di empat provinsi yang akan memberlakukan, pemerintah masih mengkajinya.
Hal tersebut diungkapkan oleh Menkes Terawan melalui kanal YouTube KOMPASTV pada Rabu (27/5/2020).
Menkes Terawan menjelaskan bahwa pemerintah akan melengkapi protokol kesehatan di sekolah.
"Kami akan membuat, melengkapi semua protokol-protokol," ujar Menkes Terawan.
Selain itu, pemerintah akan berdiskusi dengan kementrian terkait untuk melengkapinya.
• Australia Mencatatkan Korban Virus Corona Termuda Pertama di Usia 30 Tahun
Pasalnya protokol kesehatan di pesantren akan berbeda dengan sekolah.
"Kami juga berbicara dengan kementrian lain, supaya tidak ada salah persepsi, khususnya pada pesantren dan sebagainya," ujar Menkes Terawan.
"Itu kan butuh detail sekali, karena itu kami dengan kementrian agama," imbuhnya.
Tak berhenti di situ saja, Menkes Terawan juga menegaskan bahwa pihaknya akan berkomunikasi dengan kementrian pendidikan.
Dengan kementrian pendidikan nantinya akan membahas secara detail protokol kesehatan yang akan deterapkan di sekolah.
"Untuk kementrian pendidikan kami akan detail, kami akan tetap berdiskusi dan bersama-sama membantu membuat protokolnya," kata Menkes Terawan.