Breaking News:

Virus Corona

Ini 3 Indikator bagi Daerah untuk Terapkan New Normal, soal Jumlah Kasus hingga Layanan Kesehatan

Pemerintah telah memutuskan akan memberlakukan tataran kehidupan normal baru atau New Normal di tengah pandemi Virus Corona.

Editor: Ananda Putri Octaviani
DOKUMENTASI BNPB
Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (14/4/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Pemerintah telah memutuskan akan memberlakukan tataran kehidupan normal baru atau New Normal di tengah pandemi Virus Corona.

Seperti yang diketahui, cepat atau lambat masyarakat memang harus menghadapi New Normal untuk menyikapi penyebaran Covid-19.

Namun hal itu tentunya harus melalui pertimbangan yang matang sebelum benar-benar diterapkan.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah meninjau persiapan penerapan New Normal di Stasiun MRT Jakarta, Selasa (26/5/2020).

Jokowi Beri 4 Arahan soal Persiapan Pelaksanaan New Normal, Dicoba Dulu di Beberapa Provinsi

Soal Protokol Kesehatan New Normal di Sekolah, Menkes Terawan: Supaya Tidak Ada Salah Persepsi

Presiden Indonesia Joko Widodo saat melakukan kunjungan ke Stasiun MRT MH. Thamrin, Jakarta, Selasa (26/5/2020).
Presiden Indonesia Joko Widodo saat melakukan kunjungan ke Stasiun MRT MH. Thamrin, Jakarta, Selasa (26/5/2020). (YouTube Sekretariat Presiden)

Indonesia Sambut New Normal, Berikut Protokol Kesehatan Covid-19 yang Harus Dilakukan

Dilansir TribunWow.com dari tayangan Youtube KompasTV, Rabu (27/5/2020), ada tiga indikator yang diberikan oleh Tim Gugus Tugas penanganan Virus Corona di Indonesia.

Pertama adalah dari aspek epidemologi yakni berkaitan dengan data kasus Corona.

Setiap daerah boleh melakukan New Normal ketika grafik atau kurva kasus Corona mengalami penurunan sebesar 50 persen.

Penurunan tersebut terjadi selama 2 minggu sejak terjadinya puncak terakhir.

Kemudian untuk jumlah orang dalam pantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) mengalami penurunan, termasuk juga kasus meninggal.

Dan sebaliknya, jumlah pasien sembuh harus mengalami peningkatan.

Indikator kedua adalah dari aspek Surveilans kesehatan masyarakat.

Surveilans di sini adalah mengarah pada sikap aktif dari pemerintah daerah untuk melakukan pelacakan kasus Corona secara masif.

Selain itu juga diimbangi dengan pengetesan yang terus meningkat.

Sedangkan indikator yang ketiga adalah berkaitan dengan pelayanan kesehatan.

Semua pelayanan kesehatan yang ada di daerah harus mempunyai failitas yang lengkap untuk penanganan pasien Covid-19.

Mulai dari penyediaan kamar maupun fasilitas medis lain.

Sebut Sekolah Belum Siap Jalankan New Normal terkait Corona, KPAI: Berpotensi Menjadi Kluster Baru

Berikut 3 indikator bagi setiap daerah untuk melakukan New Normal yang dikeluarkan oleh Tim Gugus Tugas Covid-19:

1. Epidemologi

- Penurunan 50 persen kasus positif selama 2 minggu sejak puncak terakhir

- ODP, PDP dan kasus meninggal turun

- Pasien sembuh meningkat

2. Surveilans Kesehatan Masyarakat

- Pemeriksaan laboratorium meningkat

- Pemantauan mobilitas penduduk dan pelacakan kontak meningkat

3. Pelayanan Kesehatan

- Ketersediaan tempat tidur dan fasilitas RR tangani Covid-19.

 Apa Itu New Normal? Istilah yang Muncul sebagai Standar Hidup Baru di Tengah Ancaman Virus Corona

Indikator bagi setiap daerah untuk melakukan New Normal yang dikeluarkan oleh Tim Gugus Tugas Covid-19
Indikator bagi setiap daerah untuk melakukan New Normal yang dikeluarkan oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 (Youtube/KompasTV)

Simak videonya mulai menit ke- 3.20

Pengamat dari Trisakti: Terlalu Berani sampai ke Sana

Pengamat Kebijakan Publik, Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah menilai penerapan The New Normal terlalu terburu-buru.

Sedangkan The New Normal diputuskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mulai diterapkan pada Senin (1/6/2020).

Seharusnya kebijakan itu benar-benar dilakukan dengan hati-hati.

Hal itu disampaikan Trubus Rahadiansyah saat menjadi narasumber di acara Sapa Indonesia Malam Kompas TV pada Selasa (27/5/2020).

"Menurut saya ini kalau mau dilaksanakan, tanggal 5 sebagai prediksi seperti yang direncanakan tentu ini menurut saya harus hati-hati."

"Ini terlalu berani lah untuk sampai ke sana," ujar Trubus.

Dokter Tirta Luruskan Maksud New Normal di Tengah Corona: Bukan Kita Nerimo Wae, Pasrah, Bukan

Padahal penyebaran Covid-19 terhitung masih tinggi.

"Terlalu berani untuk sampai ke sana, karena kan penyebaran Covidnya sekarang masih tinggi," imbuhnya.

Menurutnya perlu aturan yang detail dalam penerapan The New Normal.

Apalagi di pusat-pusat keramaian seperti mall.

"Kalau misalnya kita belum mempersiapkan secara matang, artinya secara detail misalnya di mal ini aturan-aturan secara jelas, secara rinci misalnya itu kan nanti malah menimbulkan kerumunan."

"Orang akan mengantri misalnya untuk membayar saja harus mengantri," ujarnya.

Terkait The New Normal akan tetap melibatkan TNI dan Polri, menurutnya hal itu tetap sulit dilaksanakan.

Pasalnya tataran The New Normal berkaitan dengan kesadaran masyarakat.

 Jokowi Instruksikan New Normal, Soroti Jawa Timur yang Masih Tinggi Penyebaran Virus Corona

"Kalau misalnya dengan penjagaan yang ketat, kemudian protokol tetapi persoalannya kan di tataran itu kesadaran masyarakat."

"Jadi siapa yang mengawasi kesadaran masyarakat bagaimana? Ini kan perlu sosialisasi. perlu komunikasi, dan perlu edukasi terus menerus," jelasnya.

Jika The New Normal diterapkan tanpa ada sosialisasi mendalam ditakutkan justru akan bertentangan dengan tujuan awal untuk memotong penyebaran Virus Corona.

"Kalau misalnya kemudian tiba-tiba dibuka tanpa sosialisasi yang terus menerus dan mendalam komprehensif, saya rasa akan sulit malah jadinya kontraproduktif dengan yang selama ini kita perjuangkan yaitu memutus mata rantai Covid," kata dia.

Sehingga, ia meminta agar pemerintah jangan gegabah memberlakukan suatu aturan.

"Ini harus menurut saya detail dulu, harus dengan hati hati, setidak-tidaknya dengan bahasanya itu jangan terlalu gegabah untuk menerapkan ini dalam waktu yang sangat dekat ini."

"Karena persoalan-persoalan di Covid itu," pungkasnya. (TribunWow/Elfan Nugroho/Mariah Gipty)

Tags:
New NormalCoronaCovid-19
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved