Virus Corona
Banyak Masyarakat Tak Peduli Tenaga Medis, Dokter Tirta: Insyaallah Ada Balasannya di Akhirat
Dokter Tirta Mandira Hudhi memberikan tanggapannya terkait banyaknya masyarakat yang bersikap masa bodoh terhadap penyebaran Virus Corona.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Dokter sekaligus Influencer, dokter Tirta Mandira Hudhi memberikan tanggapannya terkait banyaknya masyarakat yang bersikap masa bodoh terhadap penyebaran Virus Corona, termasuk nasib para tenaga medis.
Dilansir TribunWow.com, dokter Tirta mengaku sudah tidak peduli dan tidak ingin terlalu memikirkan sikap abai dari masyarakat Indonesia.
Dokter Tirta hanya berpesan kepada seluruh tenaga medis tetap berjuang di garda terdepan untuk menangani kasus Corona.

• Dokter Tirta Sebut Ungkapan Jokowi soal Damai dengan Corona Salah Kaprah: Bukan Gitu Pak
Menurutnya tagar 'Indonesia Terserah' yang sempat ramai disuarakan oleh tenaga medis hanya sebagai luapan emosi.
Namun hal itu bukan berarti menandakan tenaga medis menyerah.
Dikatakan dokter Tirta, semua tenaga medis maupun para relawan akan tetap berjuang dalam menjalankan tugas mulianya tersebut.
Selain itu, dokter Tirta meminta tenaga medis untuk tidak perlu memikirkan apa yang terjadi di luar.
Tenaga medis saat ini hanya berurusan dengan negara maupun sang pencipta, meskipun harus mempertaruhkan nyawa.
Dokter Tirta yakin apa yang sudah diperbuat para tenaga medis akan mendapatkan balasan di akhirat nanti.
"Kalau buat teman-teman tenaga medis tenang, apa yang kita buat sekarang insyaallah ada balasannya di akhirat nanti," ujar dokter Tirta.
"Jikapun kita tidak mendapatkan penghasilan di duniawi, jikapun kita dihujat masyarakat, jikapun suatu saat kita kehilangan nyawa kita sendiri," jelasnya.
"Semua orang tahu dan kita pun tahu dan Allah pun tahu bahwa kita sudah berusaha terbaik di negara ini."
• Pasien Positif Corona Sempat Lakukan Halal Bihalal, Dinkes Lakukan Tracing ke Orang Terdekatnya
Dokter Tirta kemudian mengibaratkan perjuangan para tenaga medis seperti halnya perang dunia kedua.
Dalam perang dunia kedua, banyak memakan korban jiwa, khususnya para tentara.
Dokter kelahiran Solo itu menegaskan tidak mengharapkan adanya penghargaan atas jasa yang telah dilakukan saat ini.