Breaking News:

Terkini Nasional

Geger Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Bocor, KPU: Kami Memastikan Tidak Terjadi Peretasan

Komisioner KPU Virya Azis mengatakan tidak ada kebocoran yang terjadi pada daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2014.

Penulis: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor: Rekarinta Vintoko
KOMPAS.com/Fitria Chusna Farisa
Komisioner KPU Viryan Aziz menegaskan tidak ada peretasan yang dialami oleh situs KPU. 

TRIBUNWOW.COM - Pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan tidak ada kebocoran data Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu 2014.

Menurut Komisioner KPU Viryan Azis, data-data tersebut dalam keadaan aman dan tak diretas.

Hal ini ia sampaikan dalam keterangan tertulisnya seperti dikutip dari Kompas.com, Minggu (24/5/2020).

Karena Virus Corona, KPU Berencana Tunda Pilkada 2020, akan Digelar Tahun 2021

Akui Akun Twitternya Diretas, Ini Jawaban Rocky Gerung saat Ditanya Buat Akun Lagi: Gue Siksa Mereka

"Kami memastikan tidak terjadi kebocoran, hacking atau peretasan terhadap data DPT Pemilu 2014 yang berada dalam penguasaan KPU," ujar Viryan.

"Saat ini, kondisi data DPT Pemilu 2014 di KPU RI dalam keadaan baik dan aman," imbuhnya.

Viryan juga mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan penelusuran dengan mengecek data yang diunggah oleh akun Twitter @underthebreach yang mengklaim telah meretas pangkalan data KPU.

Akun tersebut juga mengaku telah memiliki data pemilih sebanyak 200 juta dengan dengan menunjukkan contoh tampilan data DPT Pemilu 2014 untuk Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Berdasarkan penelusuran itu, Viryan memastikan bahwa data yang ditampilkan pada akun twitter tersebut adalah data lama.

"Data lama (November 2013) dengan format pdf dan format ini sama dengan yang KPU berikan kepada pihak eksternal (stakeholder)," ungkapnya.

MK Putuskan dalam Pemilu 2024 Pemilihan Presiden Tak Bisa Dipisahkan dengan Pemilihan DPR dan DPD

Presiden Jokowi Teken Perppu, Pilkada Serentak Resmi Diundur hingga Desember 2020

Adapun pemberian data ini dilakukan dengan berita acara dan menandatangani surat pernyataan resmi.

Surat pernyataan yang dimaksud menyatakan bahwa data DPT adalah data rahasia dan hanya untuk kepentingan pemilu.

"KPU berkomitmen untuk melindungi data pribadi sebagaimana tertuang dalam Peraturan KPU Nomor 11 Tahun 2018 tentang Penyusunan Daftar Pemilih di Dalam Negeri dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum," tutur Viryan.

Hal yang sama juga berlaku untuk Pemilu 2019.

"KPU tidak pernah memberikan data secara utuh kepada pihak eksternal selama penyelenggaraan pemilu 2019."

"Data diberikan dengan mengganti beberapa digit Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (NKK) dengan tanda bintang," tambah Viryan.

Untuk diketahui, jutaan data kependudukan milik warga Indonesia diduga bocor dan dibagika lewat forum komunitas hacker.

Kabar kebocoran ini diungkap pertama kali oleh akun Twitter @underthebreach pada Kamis (21/5/2020). (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Data Pemilih Diduga Bocor, KPU Pastikan Tak Ada Peretasan DPT Pemilu 2014

Sumber: Kompas.com
Tags:
Pemilu 2014Komisi Pemilihan Umum (KPU)Pemilihan UmumViryan AzisDaftar Pemilih Tetap (DPT)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved