Virus Corona
Geram Warga Langgar PSBB, Pakar Epidemiologi Tagih Sanksi Tegas Pemerintah: Jangan Cuma Bicara
Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono mengungkapkan kegeramannya melihat banyaknya kerumunan warga menjelang lebaran.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono mengungkapkan kegeramannya melihat banyaknya kerumunan warga menjelang lebaran.
Dilansir TribunWow.com, Pandu Riono meminta pemerintah tegas memberikan sanksi pada warga pelanggar pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Tak hanya itu, ia juga menyebut banyaknya kerumunan yang terjadi menyebabkan segala usaha penanganan Virus Corona berakhir percuma.

• Bahar bin Smith Kembali Dipenjara, Refly Harun Bandingkan dengan Nasib Pelanggar PSBB di Pasar
• Di Mata Najwa, Bima Arya Geram soal Mal dan Pasar Ramai: Masa yang Lain Perang, Ini Malah Belanja
Pernyataan tersebut disampaikannya melalui kanal YouTube Apa Kabar Indonesia tvOne, Kamis (21/5/2020).
"Wah bisa membatalkan semua usaha kita selama ini, usaha kita kan sudah berhasil, sudah ada efeknya pada penurunan kasus dan sebagainya," jelas Pandu.
"Dan memang tahap kritis ini selama bulan Ramadan menjelang Hari Raya harusnya sudah diantisipasi."
Pandu mengatakan, pemerintah perlu segera membuktikan segala regulasi penanganan Virus Corona.
Sebab, banyaknya kerumunan yang kini terjadi bisa berdampak pada meningkatnya kasus baru.
"Regulasi sih bagus di atas kertas, tapi bagaimana pencegahannya?," terang Pandu.
"Itu yang harus dilakukan, karena kalau sudah terjadi ya susah."
Lebih lanjut, ia menyebut pemerintah seharusnya sudah bisa memprediksi banyaknya kerumunan menjelang lebaran.
• Warga Bogor Kembali Padati Pasar, Bima Arya Ungkap Kegeramannya di Mata Najwa: Kesel Iya, Geram Iya
Karena itu, menurut Pandu pemerintah juga perlu menyiapkan antisipasi yang jelas.
"Karena kita kan tahu, sudah bisa mengantisipasi bahwa kemungkinan ada kerumunan, orang belanja dan sebagainya," ujar Pandu.
"Seharusnya diatur, pengelola pasar, pengelola Tanah Abang, pengelola mal."
Melanjutkan penjelasannya, Pandu menyatakan kini Indonesia dalam kondisi kritis.