Virus Corona
Di Mata Najwa, Bima Arya Geram soal Mal dan Pasar Ramai: Masa yang Lain 'Perang', Ini Malah Belanja
Wali Kota Bogor, Jawa Barat, Bima Arya mengkritik tindakan warga yang memenuhi pasar jelang Hari Raya Idul Fitri.
Editor: Ananda Putri Octaviani
"Jadi mereka dapat bantuan dari negara, kemudian dibelanjakan untuk hal yang konsumtif."
"Makanya saya merasa perlu mengingatkan semuanya."
Melanjutkan penjelasannya, Bima lantas meminta warga untuk merayakan lebaran tahun ini secara prihatin.
Ia juga mengimbau warga untuk tetap menjauhi kerumunan di hari lebaran.
"Ini lebarannya prihatin loh, kita harus sama-sama."
"Masa yang lain perang di ujung terdepan, yang ini malah belanja bersukaria belanja di pasar juga," tandasnya.
• Pasar Murah Pemprov Sumut Penuh Sesak, Panitia Akui Kelelahan hingga Tuai Kritikan
Simak video berikut ini menit ke-3.25:
Pasar Kembali Ramai
Di sisi lain, sebelumnya Juru Bicara Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto angkat bicara soal ramainya pasar menjelang lebaran.
Dilansir TribunWow.com dari channel YouTube Apa Kabar Indonesia tvOne pada Selasa (19/5/2020), Achmad Yurianto mengatakan bahwa ini masalah yang memang harus segera diselesaikan pemerintah.
• Viral Polisi Petugas PSBB Menangis Minta Dites Swab sebelum Pulang: Kami Ingat Anak Istri di Rumah
Achmad Yurianto alias Yuri menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sudah memerintahkan semua kepala daerah untuk memperhatikan masalah tersebut.
"Ya inilah yang menjadi permasalahan bersama dan inilah permasalahan yang harus menjadi perhatian dari semua gugus tugas, dari pusat mulai daerah."
"Bahkan pada saat rapat kabinet presiden pun juga menekankan agar kepala daerah juga memberikan atensi kinerja gugus tugas sampai ke RT, RW," jelas Yuri.
Yuri menekankan bahwa hingga kini pemerintah tetap mengimbau masyarakat menerapkan protokol kesehatan.
"Inilah yang harus menjadi kerja kita bersama untuk mengingatkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan," sambungnya.
Dengan tegas, Yuri menjelaskan bahwa pemerintah belum mengambil keputusan untuk melakukan pelonggaran.
• Bantah Surat Edaran Gugus Tugas Buat PSBB Jadi Lebih Longgar, Yurianto: Tapi Mengatur Pembatasan