Breaking News:

Virus Corona

Emisi Karbondioksida Anjlok 17 Persen sejak Corona Mewabah, Udara Jadi Bersih dan Langit Cerah

Emisi karbondioksida di seluruh dunia menurun secara drastis sejak Covid-19 menyerang, berdasarkan penelitian.

Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV
Ilustrasi - Suasana Jalan Pahlawan Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (4/1/2019) pagi ini. Tampak jalanan lengang dan langit berawan. 

TRIBUNWOW.COM - Emisi karbondioksida di seluruh dunia menurun secara drastis sejak Covid-19 menyerang, berdasarkan penelitian.

Emisi harian gas rumah kaca anjlok sebesar 17 persen pada awal April lalu.

Menurut studi definitif pertama dari output karbon global tahun ini, bahkan perbandingannya sangat jauh dengan yang terjadi di 2019 silam.

Temuan menunjukkan bahwa dunia mengalami penurunan output karbon paling tajam sejak pencatatan ini dimulai.

Pengamat Soroti Kebijakan Mudik yang Buat Masyarakat Bingung: Jadi Kebohongan Publik

Ingin Lindungi Warga DKI dari Corona, Anies Baswedan Kekeh Minta Warganya Tak Mudik: Gimana Rasanya?

Dimana fenomena ini datang di saat aktivitas manusia lesu dan sebagian besar ekonomi global nyaris berhenti.

Emisi karbon turun hingga sekitar 26 persen di negara-negara yang memberlakukan lockdown dengan ketat, sebagaimana dikutip dari Guardian

 

Orang-orang di negara bagian Punjab, India Utara terkagum-kagum dengan panorama pegunungan Himalaya yang terlihat jelas dari sana.
Orang-orang di negara bagian Punjab, India Utara terkagum-kagum dengan panorama pegunungan Himalaya yang terlihat jelas dari sana. (Twitter @Deewalia)

Di Inggris penurunannya sekitar 31 persen, sementara di Australia emisi turun 28,3 persen dalam periode April.

"Ini adalah penurunan yang sangat besar, tetapi pada saat yang sama, 83% dari emisi global dibiarkan, yang menunjukkan betapa sulitnya untuk mengurangi emisi dengan perubahan perilaku," kata profesor perubahan iklim di Universitas dari East Anglia, Corinne Le Quéré.

Diketahui Le Quéré juga merupakan penulis utama sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Climate Change.

"Dan itu tidak diinginkan, ini bukan cara untuk mengatasi perubahan iklim," sambungnya.

Sayangnya penurunan emisi karbon secara drastis ini mungkin sifatnya hanya sementara.

Saat negara-negara mulai beraktivitas secara normal, mungkin sepanjang tahun hanya mengalami penurunan emisi karbon sebanyak 7 persen.

Namun dengan catatan, bila aktivitas ini diiringi dengan sejumlah pembatasan sosial untuk menghindari penularan virus.

Tetapi bila kuncian di dunia mulai di buka lagi pada pertengahan Juni, mungkin penurunan emisi karbon di 2020 hanya berkisar 4 persen.

Di ILC, Begini Reaksi Ngabalin saat Komentari Isu Pemerintah Larang Ibadah, Sebut Tak Punya Wewenang

Jalanan sepi dari aktivitas karena warga memilih stay at home di Singapura
Jalanan sepi dari aktivitas karena warga memilih stay at home di Singapura (Facebook/Emmett Jaegerjaquez)

Angka 4 persen ini masih menandakan penurunan cukup besar sejak perang dunia kedua dan melihat kondisi dunia saat ini.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Tags:
KarbondioksidaCoronaCovid-19Kualitas Udara
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved