Terkini Nasional

Tahan Kemerosotan Konsumsi Masyarakat, Sri Mulyani Sebut Ada 2 Upaya yang Dilakukan Pemerintah

Menkeu Sri Mulyani menyatakan ada sejumlah langkah yang disiapkan pemerintah agar perekonomian negara tetap tumbuh di tengah pandemi Corona.

Youtube/Sekretariat Presiden
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut pemerintah siapkan sejumlah upaya untuk tekan kemerosotan konsumsi masyarakat. 

TRIBUNWOW.COM - Sejumlah skenario terkait dampak pandemi Virus Corona terhadap perekonomian telah disiapkan oleh pemerintah.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan dengan adanya skenario tersebut, pemerintah optimis perekonomian negara akan tumbuh 2,3 persen hingga akhir tahun.

Dikutip dari Kompas.com, Sri Mulyani juga menyebut pemerintah telah menyiapkan skenario lain, yakni perekonomian yang hanya tumbuh 0,4 persen hingga akhir tahun.

Tiadakan Anggaran untuk Ibu Kota Baru pada RAPBN 2021, Sri Mulyani: Fokus Pemulihan

Bansos Diberikan hingga Akhir Tahun, Sri Mulyani Sebut Ada Penyesuaian Besaran Jadi Rp 300 Ribu

Dalam skenario tersebut, pemerintah memprediksi akan ada peningkatan jumlah penduduk miskin dan juga angka pengangguran.

"Kalau skenario lebih berat atau sangat berat, kemiskinan bisa meningkat 4,86 juta dan pengangguran 5,23 juta," jelas Sri Mulyani dalam video conference, Senin (18/5/2020).

Untuk itu, pemerintah merancang sejumlah langkah pemulihan agar dapat mempengaruhi perekonomian nasional baik dari sisi penawaran atau permintaan.

Seperti melakukan perluasan subsidi dan juga bantuan sosial kepada masyarakat.

Hal tersebut dilakukan agar dapat menahan kemerosotan konsumsi.

"Ini untuk menahan merosotnya konsumsi yang sudah terlihat mengalami penurunan tajam. Ini tidak menyubstitusi, tetapi menahan kemerosotan konsumsi agar terjaga di level yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat miskin dan rentan," jelas Sri Mulyani.

Sindir Pemberi Kritik Pedas pada Pemerintah, Sri Mulyani: Kalau Nggak Kena Covid, Kena Sakit Jiwa

Masih Fokus Tangani Covid-19, Menkeu Sri Mulyani Nyatakan Tak Ada Anggaran untuk Ibu Kota Baru

Bukan cuma itu, pemerintah juga telah memperpanjang masa subsidi untuk pelanggan listrik baik 450 VA maupun 900 VA hingga September 2020.

"Subsidi listrik untuk pelanggan 450 VA yang 24 juta dan 900 VA yang 7,2 juta rumah tangga yang subsidinya adalah dari mulai April sampai Juni di perpanjang sampai dengan September," kata Sri Mulyani.

Untuk bansos masa pemberian subsidi oleh pemerintah diperpanjang hingga Desember tahun ini.

Dengan demikian maka besaran insentif yang diberikan pun ikut berubah di tiga bulan terakhir menjadi sebesar Rp 300.000 per bulan.

"Dengan perhitungan Juli-Desember menjadi hanya Rp 300.000 per bulan dari yang tadinya Rp 600.000 per bulan," ujarnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ini Skenario Terberat Perekonomian RI akibat Covid-19 Versi Sri Mulyani

Ikuti kami di
Penulis: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor: Rekarinta Vintoko
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved