Virus Corona
Pasar hingga Mal Ramai Lagi, Sosiolog Sebut Gara-gara Ungkapan Pemerintah 'Damai dengan Corona'
Pasar-pasar di sejumlah daerah kini mulai dipenuhi pengunjung. Banyak dari mereka juga tak menerapkan protokol kesehatan.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Ananda Putri Octaviani
"Bahwa oh mungkin sudah boleh ini beraktivitas, mungkin sudah disiapkan infrastrukturnya, prasarana, aturan petugas untuk menyambut namanya berdamai atau istilahanya sedang ngetren new normal," katanya.
Lihat videonya mulai menit ke-2:52:
Jokowi Minta Masyarakat Belajar Menyesuaikan Diri dengan Corona
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat tetap produktif di tengah wabah Virus Corona.
Dilansir TribunWow.com, Jokowi dalam imbauannya juga kembali mengungkit pernyataannya yang sempat meminta warga berdamai dengan virus bernama lain Covid-19 itu.
Menurut Jokowi, warga harus belajar menyesuaikan diri dengan Virus Corona.
Sebab, World Health Organization (WHO) disebutnya telah menduga Virus Corona tak akan bisa hilang dari bumi.

• Bandara Dibuka, Ombudsman Sebut Pemerintah Serba Tanggung Atasi Corona: Kita yang Harus Sabar
• Ahli Nilai Kecenderungan Masyarakat untuk Mudik Tinggi, Ingatkan Lonjakan Kasus Corona di Pulau Jawa
Hal itu disampaikannya dalam kanal YouTube tvOneNews, Sabtu (16/5/2020).
"Kita harus berkompromi dengan Covid, bisa hidup berdampingan dengan Covid," kata Jokowi.
Jokowi lantas menyinggung pernyataannya pada kesempatan sebelumnya yang mengimbau warga berdamai dengan Virus Corona.
Meski menuai banyak kritik, Jokowi mengaku memiliki dasar dalam menyampaikan imbauannya itu.
"Yang kemarin saya bilang kita harus berdamai dengan Covid karena informasi terakhir dari WHO yang saya terima bahwa meskipun kurvanya sudah agak melandai atau nanti menjadi kurang," jelas Jokowi.
"Tapi virus ini tidak akan hilang."
Karena meyakini informasi WHO, Jokowi pun meminta warga hidup berdampingan dengan Virus Corona.
Ia menyebut, hidup berdampingan dengan Virus Corona tak menghalangi warga untuk tetap produktif.