Virus Corona
Pakar Mikro Ekspresi Soroti Lirikan Mata Indira Kalistha saat Minta Maaf: Hanya Mencerminkan Simtom
Pakar Mikro ekspresi sebut permintaan maaf Indira Kalistha hanya simtom atau gejala yang belum bisa dipastikan ketulusannya.
Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Lailatun Niqmah
Seperti diketahui, meskipun telah menyatakan permintaan maaf, YouTuber Indira Kalistha masih ramai diperbincangkan terkait ucapannya yang dianggap meremehkan Virus Corona atau Covid-19.
Saat pemerintah dan tenaga medis gencar memberi peringatan akan bahayanya Virus Corona, Indira dinilai bersikap sebaliknya.
Pernyataan itu Indira Kalistha ucapkan ketika menjadi bintang tamu dalam podcast Gritte Agatha di kanal YouTube-nya.
dr Tirta seperti yang terlihat dalam video kanal YouTube InCipeng WeTrust, Minggu (17/5/2020), bersama Komika Marshel Widianto mengulas kembali pernyataan Indira Kalistha yang kontroversial tersebut.
Bersama Marsehel, dokter muda yang juga seorang pengusaha itu mulanya mendengarkan kembali pernyataan Indira Kalistha.

• Pernyataan Kontroversial Indira Kalistha soal Virus Corona, Ogah Pakai Masker hingga Tak Cuci Tangan
Setelah menyaksikan cuplikan video IIndira Kalistha, dr. Tirta langsung mengatakan bahwa ia sangat emosi mendengar pernyataan tersebut.
Namun, Mershel menahan dr. Tirta agar tidak meledak-ledak dan menanggapinya dengan tenang terlebih dahulu.
"Wah itu sumpah sih, emosi sih gue," kata dr. Tirta.
Dokter muda asal Kota Solo tersebut meyayangkan, semestinya Indira bisa membedakan opini dan egonya serta menyaring perkataannya sebelum dilontarkan ke publik.
dr. Tirta menganggap, apa yang disampaikan itu seperti menentang upaya Indonesia mengatasi Covid-19.
"Ketika lu pengen ngeluarin opini itu harusnya lu saring dulu, ini bermanfaat buat publik apa enggak," ujar dr.Tirta.
"Dan lu harus tahu lu diikutin banyak orang, kalau itu menghasilkan sesuatu yang buruk dan useless, lu sama aja menentang Indonesia mengatasi Covid," tambahnya.
Pengusaha sepatu itu menyampaikan, ia bisa saja melaporkan YouTuber kecantikan tersebut.
Namun, ia mengaggap hal tersebut justru akan membuat yang bersalah menjadi semakin viral dan dikenal.
Tirta mangakui mengatasi kasus semacam itu sangat dilematis.
"Gue bisa kok ngaduin itu ke Div Humas Polri," ujar dr. Tirta.