Breaking News:

Virus Corona

PSBB di Jabar Menggembirakan, Ridwan Kamil Peringatkan 'Ancaman' OTG: Pemudik Sudah Bocor 300 Ribu

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan bahwa hasil evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayahnya sudah cukup baik.

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Ananda Putri Octaviani
Channel YouTube tvonenews
Ridwan Kamil di acara Kabar Petang tvOne pada Sabtu (17/5/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan bahwa hasil evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayahnya sudah cukup baik.

Hal itu diungkapkan Ridwan Kamil di acara Kabar Petang tvOne pada Sabtu (17/5/2020).

Ridwan Kamil menjelaskan bahwa ada tren penurunan penyebaran Covid-19 dengan adanya PSBB.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku khawatir Indonesia akan mengalami darurat sosial dan politik akibat dampak dari pandemi Virus Corona.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku khawatir Indonesia akan mengalami darurat sosial dan politik akibat dampak dari pandemi Virus Corona. (Youtube/Indonesia Lawyers Club)

Laporan Hasil Evaluasi PSBB Jawa Barat, Ridwan Kamil Sampaikan Kabar Gembira dan Apresiasi Nakes

"Jadi hasil evaluasi sudah kami laporkan dan diskusikan kepada 27 Kepala Daerah tadi."

"Dan yang pertama trennya adalah menggerimbakan," ujar Ridwan Kamil.

Meski demikian, Ridwan Kamil tetap memperingatkan bahaya Orang Tanpa Gejala (OTG).

OTG itu diperkirakan akan banyak dari kalangan pemudik.

Ridwan Kamil menjelaskan bahkan sudah ada 300 ribu pemudik yang pulang ke Jawa Barat.

Keberadaan pemudik itu dapat mengancam tren yang baik dari penyebaran Virus Corona di wilayahnya.

Indonesia Berhasil Membuat Alat Rapid Tes Berakurasi hingga 80 Persen, Ridwan Kamil: Tak Impor Lagi

"Yang harus diwaspadai adalah potensi OTG dari pemudik yang kemungkinan akan datang hampir 700 ribu orang sudah bocor sekitar 300 ribu orang."

"Jadi jika tren positif digagalkan oleh datangnya potensi-potensi OTG atau pemudik yang jumlahnya akan ada 300 ribu itu akan menganggu tren yang menggembirakan di Jawa Barat," jelas Ridwan Kamil.

Selain itu, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini juga mengatakan bahwa pasien sembuh kini jauh lebih banyak,

Sehingga, ia lantas mengucapkan rasa terimakasihnya pada para tenaga medis yang telah bekerja keras.

"Pasien-pasien juga stabil diangka 300 an sudah turun dari April sekitar 400 an mengindisikan yang di Jawa Barat ini yang dirawat di rumah sakit turun."

"Sehingga berita baik dokter dan tenaga kesehatan saya ucapkan terima kasih atas kerja kerasnya bahwa pasien sembuh dua kali lipat lebih banyak tinggal mewaspadai yang namanya pemudik sebagai potensi penyebaran baru," ujar Kang Emil.

Reaksi Berbeda Ridwan Kamil sampai Ganjar Pranowo soal BPJS Naik, Soroti Corona dan Nasihati Jokowi

Lihat videonya sejak menit awal:

 

Wacana Relaksasi PSBB

Melihat perkembangan kasus yang membaik di Jawa Barat, Gubenur Jabar Ridwan Kamil telah berencana melakukan pelonggaran PSBB.

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu menegaskan relaksasi PSBB sudah diperhitungkan oleh para ahli.

Nantinya relaksasi PSBB di tiap wilayah akan mengacu pada hasil evaluasi perkembangan kasus Covid-19 di daerah yang bersangkutan.

PENGENDARA sepeda motor diperiksa saat melewati check point PSBB Kabupaten Bandung di Jalan Terusan Buahbatu, Kamis (30/4).
PENGENDARA sepeda motor diperiksa saat melewati check point PSBB Kabupaten Bandung di Jalan Terusan Buahbatu, Kamis (30/4). (TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA)

 

 Hanya Yogyakarta, Satu-satunya Provinsi di Pulau Jawa yang Kawasannya Belum Menerapkan PSBB Covid-19

Dikutip dari YouTube metrotvnews, Kamis (14/5/2020), awalnya Ridwan Kamil menjelaskan bahwa keputusan Pemerintah Provinsi Jabar sudah diperhitungkan dengan data ilmiah.

"Setiap keputusan di jabar didasar landasan ilmiah," ujarnya.

Pertama Ridwan Kamil menyinggung soal perhitungan para ahli tentang penerapan PSBB di Jabar.

Ia mengatakan Jabar telah mengambil langkah optimal dengan menerapkan PSBB dalam skala provinsi yang mencakup 27 daerah.

"Skenario terbaik adalah dari hasil kajian ilmiah kalau PSBBnya dilakukan skala provinsi dan itu sudah kami lakukan dengan total 27 daerah," ujar dia.

Tren Penurunan Kasus

Selanjutnya Ridwan Kamil menyinggung soal tren penurunan kasus Covid-19 di Jabar.

Ia mengatakan dari akhir April lalu jumlah pasien di rumah sakit telah turun dari 430 kasus menjadi 350 hingga 340 kasus.

"Ini mengindikasikan pasien Covid positif yang harus dirawat di rumah sakit hanya 30 persen," kata Ridwan Kamil.

"Yang meninggal juga turun dari tujuh orang per hari menjadi empat orang per hari, tingkat kesembuhan naik dua kali lipat," lanjutnya.

 Usulkan PSBB Pulau Jawa, Pakar Epidemiologi Sebut Lebih Mudah: Bukan Meninggalkan Pulau Lain

Evaluasi Tiap Wilayah

Ridwan Kamil mengatakan nantinya relaksasi PSBB akan didasari dari hasil evaluasi tiap wilayah.

"Minggu depan akan dilakukan evaluasi, dalam evaluasi itu nanti akan didapati daerah-daerah yang melanjutkan PSBB kalau masih dianggap darurat dan mana yang bisa dilonggarkan," ujarnya.

Ia membagi tiap wilayah menjadi lima level, apabila wilayah yang bersangkutan masih berada di level 4 maka mereka wajib melanjutkan PSBB.

Namun ketika dievaluasi berhasil menunjukkan level 3,2, dan 1 maka akan dilakukan relaksasi PSBB.

  • Level 1 - Hidup normal tanpa jaga jarak
  • Level 2 - Aktivitas normal dengan protokol kesehatan (pengunaan masker dan jaga jarak)
  • Level 3 - Pembatasan yang tidak berisfat PSBB (hanya sekolah yang berhenti)
  • Level 4 - Wajib PSBB
  • Level 5 - Penanganan tidak terkendali (skenario terburuk)

Kendati demikian Ridwan Kamil mengatakan saat ini level terbaik adalah level 2 karena level 1 adalah kondisi saat vaksin atau obat Covid-19 sudah ditemukan. (TribunWow.com/Mariah Gipty/Anung Malik)

Tags:
PSBBJawa BaratRidwan Kamil
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved