Breaking News:

Terkini Daerah

Kronologi 15 Warga Sidoarjo Positif Covid-19, Nekat Buka Plastik dan Mandikan Jenazah Terinfeksi

Belasan warga dusun di Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur dinyatakan positif Covid-19.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
KOMPAS.COM/HANDOUT
Ilustrasi Covid-19 atau Virus Corona 

TRIBUNWOW.COM - Belasan warga dusun di Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur dinyatakan positif Covid-19.

Warga tersebut dikabarkan positif terinfeksi setelah sebelumnya sempat nekat memulasara jenazah pasien terinfeksi Virus Corona tanpa menjalankan protokol kesehatan.

Mereka membuka plastik yang membungkus jenazah dan malah memandikan jenazah tersebut padahal hal ini jelas-jelas dilarang oleh pihak rumah sakit.

PDP Corona Bunuh Diri Lompat dari Lantai 4 RS di Jakarta, Teman Sekamar: Minta Pulang ke Rumah

Dilansir Kompas.com, Senin (18/5/2020), Wakil Bupati Sidoarjo Nur Achmad Syaifuddin membenarkan adanya 15 warga yang dinyatakan positif tersebut.

"Yang PDP banyak, yang positif Covid-19 ada 15," ujar Nur Achmad.

Menurut informasi yang didapatnya, keluarga dari pasien terinfeksi yang meninggla dunia, bersikeras meminta jenazahnya untuk dibawa pulang.

Kemudian pihak rumah rumah sakit mengizinkan jenazah tersebut untuk dibawa pulang meski dengan peringatan.

Namun sesampainya di rumah duka, keluarga tidak mau mendengarkan anjuran dari rumah sakit dan malah melakukan pemulasaraan jenazah seperti biasa.

Bersama warga, mereka membuka peti dan kantong plastik pembungkus jenazah dan kemudian memandikan jenazah pasien Covid-19 tersebut.

"Bukan hanya dibuka, melalui informasi dari Gubernur Jatim, jenazah juga dimandikan lagi," terang Nur Achmad.

Setelah selesai dimandikan oleh keluarga, jenazah tersebut kemudian dimakamkan seperti biasa tanpa mengikuti prosedur kesehatan yang berlaku.

Padahal sesuai SOP yang berlaku, jenazah tersebut telah dimandikan dan dibersihkan pihak rumah sakit sesuai protokol kesehatan yang berlaku.

Setelah pihak rumah sakit selesai melakukan pemulasaar tersebut, jenazah dibungkus plastik dan dimasukkan ke dalam peti agar cairan tubuhnya tidak memercik dan berpotensi menulari orang lain.

Bahkan dalam pemakamannya, biasanya dilakukan oleh petugas dengan memakai baju pengaman dan pihak keluarga hanya diizinkan melihat dari jauh.

Sementara itu, untuk menanggulangi penyebaran lebih jauh, Nur Achmad mengaku akan terus melakukan penyelidikan terkait riwayat kontak dari warga yang dinyatakan positif.

Halaman
123
Tags:
Virus CoronaSidoarjoCovid-19
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved