Breaking News:

Virus Corona

Studi Terbaru, Musim Panas Ternyata Tak Berkaitan dengan Penyebaran Virus Corona, Ini Penjelasannya

Apakah musim panas berpengaruh terhadap penyebaran Virus Corona? Studi menyebut hal itu tidak berdasar.

Hector RETAMAL/AFP
Orang-orang mengenakan pakaian pelindung tiba di Stasiun Kereta Api Hankou di Wuhan, untuk naik salah satu kereta api pertama yang meninggalkan kota di provinsi Hubei tengah Cina awal 8 April 2020. Pihak berwenang China mencabut larangan lebih dari dua bulan pada perjalanan keluar dari kota di mana pandemi global pertama kali muncul. 

TRIBUNWOW.COM - Banyak orang berpendapat, musim panas dapat memberikan pengaruh pada penyebaran pandemi Covid-19.

Jika hal ini benar, ini adalah harapan besar, mengingat lebih dari 4 juta jiwa terinfeksi Virus Corona baru hingga saat ini.

Sejumlah ahli pun mencari hubungan antara musim panas dan pencegahan Virus Corona.

Kasus Corona Berpusat di Pulau Jawa, Jokowi Minta 2 Minggu sebelum Lebaran untuk Penanganan Maksimal

Sayangnya, studi baru yang dilakukan ilmuwan Kanada tidak menemukan adanya keterkaitan antara suhu dengan penyebaran virus.

Hal tersebut berdasarkan studi ulang yang dilakukan oleh tim peneliti di University of Toronto.

Sebelumnya, mereka melakukan penelitian awal yang menunjukkan temuan-temuan yang ada seolah-olah pandemi akan menghilang secara alami saat memasuki musim panas.

"Kami telah melakukan studi awal yang memberikan hasil bahwa garis lintang dan suhu memiliki peran. Akan tetapi ketika kami melakukan penelitian ulang dengan lebih teliti, kami mendapatkan hasil yang berbeda,” kata peneliti kebijakan kesehatan dari University of Toronto Peter Juni, dilansir dari Science Alert, Senin (11/5/2020).

Penelitian yang dipublikasikan di Canadian Medical Association Journal, dilakukan dengan mengumpulkan data dari 144 wilayah geopolitik yang memiliki setidaknya 10 kasus Covid-19.

Peneliti dari Wuhan Ungkap Gejala Virus Corona pada Anak-anak, Bukan Demam atau Batuk Kering

Namun ahli melakukan pengecualian terhadap negara-negara yang telah terkena wabah virus ini secara menyeluruh, seperti Cina, Italia dan Iran.

Tim peneliti pun membandingkan jumlah total kasus pada 27 Maret hingga seminggu sebelumnya, 20 Maret, pada negara-negara yang menjadi sampel.

Para peneliti juga melihat kembali 14 hari sebelumnya yang merupakan periode paparan.

Selama periode itu, mereka menyelidiki suhu, garis lintang, kelembaban, juga penutupan sekolah, pembatasan kumpulan massa, pemberlakuan jarak sosial atau fisik di wilayah tersebut.

Hasilnya, pertumbuhan covid-19 tidak terkait dengan garis lintang dan suhu.

"Sebaliknya, intervensi kesehatan masyarakat sangat terkait dengan penurunan pertumbuhan epidemi," tulis tim peneliti.

Peneliti menemukan bahwa pembatasan kumpulan massa, penutupan sekolah dan pemberlakuan jarak sosial memiliki keterkaitan yang lebih kuat terkait perlambatan penyebaran epidemi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Tags:
Musim PanasVirus CoronaCovid-19
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved