Breaking News:

Virus Corona

Lalu Lintas di Jabar Malah Meningkat selama PSBB Corona, Ridwan Kamil: Maksa Ngabuburit Masih Ada

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil blak-blakan mengakui bahwa masih ada peningkatan lalu lintas meski sudah menerapkan PSBB

Humas Jabar via TribunJabar.id
Gubernur Ridwan Kamil. Ia mengakui bahwa masih ada peningkatan lalu lintas meski sudah menerapkan PSBB. 

TRIBUNWOW.COM - Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengakui bahwa masih ada peningkatan lalu lintas meski sudah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Seperti diketahui, PSBB telah terbukti menurunkan penyebaran Virus Corona (Covid-19) di sejumlah daerah yang menerapkannya.

Tak terkecuali Jawa Barat yang mengalami penurunan setelah seminggu menerapkan PSBB.

Penekanan lalu lintas di Jawa Barat selama PSBB
Penekanan lalu lintas di Jawa Barat selama PSBB (Youtube/KompasTV)

Virus Corona Diprediksi Melandai pada Bulan Juni asal Masyarakat Lakukan 2 Hal Ini

Selain PSBB, berbagai cara juga dilakukan Jawa Barat untuk menekan jumlah penyebaran Virus Corona.

Contohnya dengan membatasi pergerakan lalu lintas di Jawa Barat.

Melalui kanal YouTube KOMPASTV pada Selasa (12/5/2020), Ridwan Kamil pun mengungkapkan hal serupa.

Kendati demikian, Ridwan Kamil masih ada kenaikan pergerakan lalu lintas setiap sorenya.

Ridwan Kamil lantas mengambil kesimpulan bahwa masih banyak masyarakat Jawa Barat yang ngabuburit.

Mengingat, ngabuburit merupakan kebiasaan masyarakat Indonesia selama bulan Ramadan.

Apakah Virus Corona Bisa Kambuh secara Berulang? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Dalam

"Pergerakan lalu lintas di 30 persen tapi pas kita buka datanya ada pergerakan naik setiap jam 16:00," ujar Ridwan Kamil.

"Berarti masyarakat yang maksa ngabuburit masih ada," imbuhnya.

"Walaupun dalam total masih di 30 persen pergerakan kendaraan tapi meningkatnya di jam sore hari," tandasnya.

Tak berhenti di situ saja, Ridwan Kamil mengatakan bahwa Jawa Barat sempat mengalami jumlah penekanan lalu lintas terbaik sebelumnya.

Oleh karena itu, Ridwan Kamil berharap pada masyarakat Jawa Barat untuk terus mentaati imbauan terkait PSBB.

"Kemudian penekanan lalu lintas terbaik kita itu ada di minggu lalu, di 20 persen," kata Ridwan Kamil.

"Sekarang naik 30 persen, mudah-mudah tidak boleh lepas lagi dari 30 persen supaya kita bisa mengelola," imbuhnya.

Lihat videonya

Peneliti dari Wuhan Ungkap Gejala Virus Corona pada Anak-anak, Bukan Demam atau Batuk Kering

Ridwan Kamil Sebut Kebijakan Budi Karya Lemahkan PSBB

Gubenur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan bahwa pembukaan angkutan umum bisa melemahkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Sebagaimana diketahui, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi baru saja memutuskan agar moda transportasi baik di udara, laut, dan darat kembali dibuka.

Dilansir TribunWow.com dari channel YouTube tvOneNews pada Sabtu (9/5/2020), Ridwan Kamil mangatakan bahwa keputusan itu membuat khawatir.

Ia khawatir akan ada kebocoran pemudik lagi.

Apalagi sudah ada 300 ribu lebih pemudik ke Jawa Barat dengan melalui jalan tikus.

"Kita sedang memastikan pemudik tidak bocor lagi, sudah lebih dari 300 ribu orang pulang ke Jawa Barat dengan jalan tikus segala rupa," kata Ridwan Kamil.

Menurutnya hal itu bisa mereporkan para kepala desa.

Ridwan Kamil bercerita bahwa ada kepala desa yang positif Covid-19 karena tertular dari pemudik.

"Ini merepotkan para kepala desa yang sedang mengetatkan aturan PSBB di daerah-daerah."

"Termasuk Kepala Desa di Sumedang kan itu kena positif Covid-19 dari pendatang alias pemudik," ceritanya.

Ridwan Kamil mengaku masalah Virus Corona beberapa hari ini sudah mulai membaik berkat PSBB.

Sehingga, ia menilai pembukaan kembali moda transportasi bisa melemahkan PSBB.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menanggapi relaksasi larangan operasional angkutan umum, Sabtu (9/5/2020).
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menanggapi relaksasi larangan operasional angkutan umum, Sabtu (9/5/2020). (Capture YouTube TvOne)

 Budi Karya Izinkan Angkutan Umum Jalan, Ridwan Kamil: Jika Terbukti ada OTG, Kami akan Larang Penuh

"Nah kami sudah beberapa hari ini tidak ada laporan jadi sedang ingin PSBB sukses lah kira-kira."

"Jadi aturan ini agak melemahkan tapi kami terima dulu dengan evaluasi bagaimana dalam hari-hari ke depan," ungkapnya.

Saat ditanya apakah tidak setuju dengan keputusan Menhub itu, Ridwan Kamil mengatakan bahwa pihaknya akan meninjau aturan tersebut terlebih dulu.

Jika di kemudian hari terbukti ada yang positif Virus Corona karena pembukaan angkutan umum, ia tak segan untuk menolak diberlakukannya aturan tersebut.

"Jadi saya akan menolak kalau dalam beberapa hari ke depan ditemukan relaksasi dibukanya kendaraan umum ternyata malah membawa penumpang-penumpang OTG."

"Kalau tidak ada berarti bisa ditoleransi, kalau ada akan kita tolak dengan alasan-alasan kedaruratan PSBB," jelasnya.

(TribunWow.com/Khistian TR/Mariah)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Ridwan KamilJawa BaratVirus CoronaPSBB
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved