Virus Corona
Bahas Pengobatan Covid-19, Jusuf Kalla: Jangan seperti Selama Ini, Apa-apa Minta dari China
JK mengatakan bahwa sudah saatnya Indonesia berkontribusi dalam menemukan cara untuk mengobati Covid-19.
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla buka suara soal pengobatan Virus Corona.
Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu mengatakan bahwa sudah saatnya Indonesia berkontribusi dalam menemukan cara untuk mengobati Covid-19.
Sehingga Indonesia bisa tidak lagi bergantung pada China.
"Indonesia harus punya kontribusi terhadap dunia dalam bidang saintis untuk penanganan corona."
"Jangan seperti selama ini, apa-apa minta dari China," ujar Kalla melalui keterangan tertulis usai bertemu Kepala Lembaga Biomolekuler Eijkman Amin Subandrio di Kantor Eijkman, Jakarta, Rabu (13/5/2020).
• Ibu Positif Virus Corona Pilih Berobat ke Dukun, Sempat Hilang 3 Hari dan Tak Mau Dirawat di RS
Karena itu, Kalla menjamin PMI akan selalu mendukung Lembaga Eijkman dengan menyediakan fasilitas pengolahan darah milik mereka yang tersebar di 15 kota besar di Indonesia.
Amin Subandrio pun menyambut baik dukungan PMI tersebut.
Ia mengatakan, pemerintah telah merumuskan protokol dalam terapi plasma darah.
Terapi plasma darah pasien yang sembuh dari Covid-19 itu diprediksi bisa memunculkan antibodi ketika disuntikkan ke dalam tubuh pasien yang masih terjangkit Covid-19.
Amin juga mengatakan, saat ini pemerintah tengah menyusun perlindungan etik bagi tenaga kesehatan yang terlibat dalam program tersebut.
Ia menuturkan, setelah protokol nasional dan perlindungan etik disahkan, pelayanan terapi plasma konvalesen ini dimulai dari pendataan penyintas di rumah sakit.
Data tersebut kemudian ditindaklanjuti PMI untuk diperiksa kelayakan pendonornya.
Jika memenuhi persyaratan, pendonor akan diambil plasma darahnya.
"Dari rumah sakit sampai mengambil plasma itu tugas PMI," kata Amin.
Sebelumnya diberitakan, Bio Farma bersama Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto dan Lembaga Eijkman mengembangkan plasma konvalesen untuk terapi pasien Covid-19.
• Warga Pilih Turun Kelas setelah Jokowi Naikkan Iuran BPJS di Tengah Corona: Makin Habis Penghasilan
"Metode pengobatan konvalesen plasma Covid-19 ini diharapkan dapat segera diimplementasikan," ujar peneliti Bio Farma Neni Nurainy dalam keterangan tertulis, Kamis (23/4/2020).
Neni menjelaskan, konvalesen plasma bekerja dengan memanfaatkan antibodi yang muncul secara alami dari tubuh pasien Covid-19 yang sudah sembuh.
Kemudian, antibodi yang terkandung dalam plasma tersebut diberikan kepada pasien Covid-19 lainnya yang termasuk ke dalam kategori kritis atau pasien yang membutuhkan ventilantor.
"Secara prinsip, hal tersebut memang bisa dilakukan, karena secara alami tubuh kita akan menghasilkan antibodi setiap kali tubuh kita diserang mikro organisme, baik virus atau bakteri," kata Neni.
Antibodi yang terdapat dalam plasma darah pasien Covid-19 yang sudah sembuh bisa dimanfaatkan sebagai terapi tambahan untuk pasien Covid-19 lainnya yang sudah memasuki masa kritis.
• Mengaku Tersinggung Jakarta Disebut Tak Punya Uang, M Taufik Buka Anggaran Corona di DKI
Menurut Neni, antibodi ini akan menetralisasi virus.
Selain itu, terdapat komponen lain pada plasma yang berkhasiat pada pasien.
Namun, perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui komponen yang berperan penting dalam kesembuhan pasien.
"Tubuh kita ini sudah dirancang sedemikian rupa, bisa bertahan dari serangan virus atau bakteri tertentu."
"Secara alami juga, tubuh kita akan mengeluarkan antibodi yang spesifik untuk menyerang virus/bakteri tersebut," tutur Neni. (Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jusuf Kalla: Indonesia Harus Berkontribusi dalam Pengobatan Covid-19, Jangan Selalu Minta ke China"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/mantan-wakil-presiden-jusuf-kalla-jk.jpg)