Virus Corona
Penelitian Terbaru: Pasien Corona Gejala Ringan Bisa Pulih Lebih Cepat dengan 3 Obat Antivirus
Para peneliti di Hong Kong membandingkan mereka yang diberi obat kombinasi dengan kelompok kontrol yang hanya diberi lopinavir-ritonavir .
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Lebih jauh, Yuen mengatakan temuan itu "menggembirakan".
Tetapi efek tiga obat sekarang perlu diuji dalam jumlah yang lebih besar dari pasien dan pada orang dengan gejala Covid-19 yang lebih parah.
Para ilmuwan berlomba untuk mengidentifikasi obat-obatan yang efektif untuk digunakan melawan Virus Corona.
Mengingat saat ini tidak ada pengobatan, penyembuhan atau vaksin.
Para ahli independen setuju bahwa temuan itu positif.
• PT KAI Mulai Layani Kereta Jarak Jauh pada 12 Mei, Penumpang Wajib Punya Surat Izin Perjalanan
Namun mereka mengatakan studi yang lebih besar dan lebih rinci akan diperlukan.
Terkait hal ini, Stephen Evans, seorang profesor pharmacoepidemiology di London School of Hygiene and Tropical Medicine memberikan komentarnya.
"Ini membenarkan pertimbangan untuk menambahkan interferon beta ke daftar perawatan yang benar-benar berdasarkan bukti untuk diuji dalam uji acak lebih lanjut," katanya.
Dia mengatakan pengalaman bertahun-tahun dalam mengobati human immunodeficiency virus (HIV) yang menyebabkan AIDS telah menunjukkan bahwa yang terbaik diobati dengan kombinasi obat yang berbeda.
*WHO belum merekomendasikan atau pun menyetujui obat/vaksin apa pun untuk virus corona. Penelitian lebih lanjut tengah dikembangkan. (Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Peneliti Hong Kong Ungkap Pasien Covid-19 Gejala Ringan Pulih Lebih Cepat dengan 3 Obat Antivirus