Breaking News:

Virus Corona

Sebut Publik Tak Percaya Pemerintah soal Corona, Rocky Gerung: Istana Marah Sendiri Datanya Tak Ada

Pengamat politik Rocky Gerung memberikan tanggapan terkait sempat adanya simpang siur terkait isu kelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB)

Capture YouTube Talk Show TvOne
Pengamat politik Rocky Gerung, diunggah Sabtu (9/5/2020). Dirinya memberikan tanggapan terkait sempat adanya simpang siur terkait isu kelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) 

Lebih lanjut, Rocky Gerung mengatakan bahwa saat ini situasi di pemerintah justru berjalan sendiri-sendiri dengan kebijakan yang berbeda-beda tentunya.

Menurutnya, hal itu justru menambah bingung masyarakat dalam memahami maksud dan tujuan dari pemerintah.

"Dalam kegelapan data pasti enggak ada pegangan, oleh karena itu semua orang menganggap menteri ini punya kebijakan sendiri, menteri yang sana juga lain," ungkapnya.

"Padahal seharusnya itu satu pintu, hanya boleh keluar dari kepala dan ucapan Doni Monardo (Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19), kan dia yang tahu sebetulnya. Tapi suplay data ke dia juga macam-macam," pungkasnya.

Simak videonya 9.27:

Pertanyakan Peran dari Juru Bicara Presiden

Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti peran dari seorang juru bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam artian di sini adalah Fadjroel Rahman.

Dilansir TribunWow.com dalam tayangan Youtube pribadinya bersama Hersuben Arief, Minggu (10/5/202), Rocky Gerung mempertanyakan tugas sebenarnya dari juru bicara Jokowi.

Rocky Gerung menilai juru presiden tidak melakukan tugas yang semestinya.

 Rocky Gerung Beberkan Alasannya Kekeh Beroposisi: Masih Ada yang di Luar, Kenapa Disuruh Masuk?

Menurutnya, juru bicara Presiden justru tidak mampu menerangkan apa yang dikatakan atau yang dimaksudkan oleh Presiden.

Selain itu, juru bicara harusnya mampu melengkapi isi yang disampaikan oleh presiden, termasuk mengambil alih kelemahannya.

Hal ini disampaikannya dalam tayangan Youtube pribadinya, Minggu (10/5/2020).

"Kan juri bicara dia musti ambil alih kelemahan presiden, kelemahan dalam narasi, kelemahan dalam literasi, kelemahan di dalam skeunsi logis dari argumentasi," ujar Rocky Gerung.

"Nah juru bicara itu musti lakukan itu, yang dilakukan oleh juru bicara justru adalah apologetik, membela dengan cara yang dangkal, publik juga merasa juru bicara itu musti bantu presiden, bukan malah membela bagian yang lemah dari presiden," jelasnya.

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved