Virus Corona

Perpanjang Masa Penerapan PSBB, Pemkot Surabaya Bakal Tindak Tegas Pelanggar Aturan

Pemkot Surabaya akan menerapkan aturan lebih tegas bagi para pelanggar PSBB tahap kedua.

Surya/Sugiharto
Pengecekan pengendara motor yang melintas checkpoint Bundaran Waru pada hari pertama PSBB di Surabaya. 

TRIBUNWOW.COM - Pemkot Surabaya resmi memperpanjang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Perpanjangan itu dilakukan mulai 12 Mei hingga 25 Mei 2020.

Dikutip dari Kompas.com, kebijakan tersebut merupakan hasil pertimbangan dan evaluasi penerapan PSBB tahap pertama.

Mengamuk karena Tak Terima Ditegur Petugas PSBB, Pemuda Ini Akhirnya Diamankan Polisi

Ridwan Kamil Sebut Kebijakan Budi Karya Lemahkan PSBB, Cerita Kades Positif Corona karena Pemudik

Pada masa perpanjangan tersebut, Pemkot Surabaya bersama TNI-Polri akan menindak tegas para pelanggar aturan PSBB.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengungkapkan pada PSBB tahap pertama, baru 60 persen masyarakat yang mematuhi aturan.

"Sedangkan yang tidak patuh sekitar 40 persen. Karenanya, PSBB tahap kedua ini kami bakal lebih tegas melakukan penegakan terhadap 12 protokol kesehatan yang telah diterbitkan melalui surat edaran," kata Eddy, di Balai Kota Surabaya, Minggu (10/5/2020).

Eddy menilai apabila aturan PSBB ditegakkan secara disiplin, maka mata rantai penyebaran Covid-19 akan terkendali.

Ia juga menegaskan, dalam penerapan PSBB Surabaya tahap kedua ini, pihaknya bakal semakin masif terjun ke pasar-pasar, toko-toko, hingga pusat perdagangan untuk lebih tegas dalam menerapkan physical distancing.

"Kami akan terjun ke pasar, ke toko-toko, pusat-pusat perdagangan untuk kita lebih tegas menerapkan physical distancing di antara pembeli atau pengunjung di lokasi itu. Jadi itu yang akan kami lakukan," ujar Eddy.

Pelanggan Keluhkan Tagihan Membengkak, PLN Sebut Akar Masalahnya Bermula dari Penerapan PSBB

Kronologi Pria Ngeyel Tak Mau Pakai Masker Baku Hantam dengan Relawan PSBB: Dicegat Malah Tarik Gas

Namun, pihaknya mengaku masih menunggu surat edaran atau petunjuk dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor: Rekarinta Vintoko
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved