Breaking News:

Virus Corona

Mahfud MD: Kita Repot dan Kewalahan Menghadapi Covid-19

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD buka suara terkait upaya pemerintah dalam memerangi Virus Corona.

Editor: Lailatun Niqmah
YouTube KompasTV
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dalam tayangan YouTube Kompas TV, Senin (4/5/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD buka suara terkait upaya pemerintah dalam memerangi Virus Corona.

Meski kewalahan dan repot seperti negara-negara lain, pemerintah dipastikan tidak main-main dalam menangani Covid-19.

"Sama dengan negara-negara lain, kita repot dan kewalahan menghadapi Covid-19. Tapi kita tak mengabaikan atau main-main," kata Mahfud MD kepada Tribunnews.com, Minggu (10/5/2020).

Warga Berkerumun saat Penutupan McDonalds Sarinah, Satpol PP: Seharusnya Enggak Perlu Seremoni

Mahfud menegaskan bahwa hanya 5 hari setelah Wuhan dinyatakan lockdown, tepatnya tanggal 28 Januari 2020, Indonesia menyatakan menutup penerbangan RRT-Indonesia atau sebaliknya.

Setelah itu tanggal 2 Februari 2020 Indonesia menjemput 347 WNI yang ada di Wuhan dan mengkarantina mereka di Natuna.

Tanggal 6 Februari 2020 Pemerintah mengumumkan pembangunan rumah sakit khusus corona di Pulau Galang, Kepri.

Itu semua, kata Mahfud, dilakukan oleh Pemerintah jauh hari sebelum kasus corona pertama ditemukan di Indonesia yakni tanggal 2 Maret 2020.

"Sejak awal kita memang menyerukan masyarakat tidak perlu panik sebab kepanikan justru melemahkan imunitas publik," tambahnya.

Mahfud juga menegaskan bahwa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) tetap harus ditegakkan dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Pakailah masker, cuci tangan dengan sabun, jaga jarak, jangan berkerumun, jangan mudik, itu semua mutlak harus ditegakkan bersama," tandasnya.

Mantan Ketua MK yang merupakan orang sipil pertama yang jadi Menko Polhukam itu mengatakan, bahwa selain protokol kesehatan yang harus ketat dalam perang melawan Covid-19, juga harus dilakukan dengan jaminan kondusivitas ekonomi dan sosial.

Update Virus Corona di Indonesia

Berikut lima wilayah dengan penambahan kasus positif virus Corona atau Covid-19 di Indonesia.

Berdasarkan data per Minggu (10/5/2020) yang dihimpun dari laman covid19.go.id, DKI Jakarta menjadi wilayah terbanyak dalam penambahan jumlah kasus.

Di DKI Jakarta, per Minggu (10/5/2020) diketahui ada 134 penambahan kasus Covid-19 terbaru.

Sehingga total kasus Covid-19 di DKI Jakarta mencapai jumlah 4.704.

Sementara di urutan kedua, ada wilayah Jawa Timur dengan 83 penambahan kasus.

Sampai saat ini, Jawa Timur memiliki 1.451 kasus Covid-19.

Provinsi selanjutnya, adalah Papua dengan penambahan 31 kasus.

Hingga Minggu (10/5/2020), di wilayah Papua terdapat 307 kasus positif.

Urutan keempat, terdapat Provinsi Jawa Tengah.

Di mana ada penambahan kasus sebanyak 19 pasien.

Sehingga akumulasi kasus positif di Jawa Tengah yakni 967.

Provinsi kelima, adalah Sulawesi Utara dengan penambahan kasus 18 orang.

Sampai saat ini, di Sulawesi Utara terdapat 69 kasus Covid-19.

Selain provinsi di atas, berikut jumlah penambahan kasus di lima wilayah lainnya.

Papua Barat

Penambahan Kasus: 17

Total Kasus Covid-19: 70

Sumatera Barat

Penambahan Kasus: 13

Total Kasus Covid-19: 299

Sulawesi Selatan

Penambahan Kasus: 12

Total Kasus Covid-19: 713

Banten

Penambahan Kasus: 10

Total Kasus Covid-19: 475

Kalimantan Selatan

Penambahan Kasus: 10

Total Kasus Covid-19: 262

Sementara itu, dalam konferensi persnya, Juru Bicara Pemerintah Untuk Penganganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan telah melakukan pemeriksaan pada 158.273 spesimen.

Hal tersebut disampaikan dalam video yang diunggah di kanal YouTube Kompas TV, Minggu (10/5/2020).

Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan dua metode yakni secara real time PCR serta tes cepat molekuler TCM.

Di mana dari terdapat 157.769 spesimen diperiksa dengan real time PCR.

Sedangkan 504 spesimen lainnya menggunakan metode tes cepat molekuler.

Dari pemeriksaan PCR, didapatkan 13.879 orang positif dan 153 orang positif melalui metode TCM.

Sehingga di seluruh Indonesia per Minggu (10/5/2020) terdapat 14.032 kasus positif dengan penambahan sebanyak 387 pasien.

Sementara pemeriksaan yang menyatakan negatif, ada 99.420 orang.

Untuk orang dalam pemantauan atau ODP, total ada 248.690 dan pasien dalam pengawasan (PDP) terdapat 30.317 orang.

"Sehingga total positif yang didapatkan 14.032," jelas Yurianto.

"Total hasil negatif adalah 99.420 orang."

"Akumulasi kasus yang kita pantau untuk ODP sebanyak 248.690 orang, PDP 30.317," imbuhnya.

Penambahan kasus sembuh hingga Minggu (10/5/2020) ada 91 orang.

Sampai saat ini, sudah terdapat 2.698 orang yang sudah sembuh dari Covid-19.

Achmad Yurianto Mengaku Pihaknya Tak Dilibatkan dalam Kajian Pembukaan Fasilitas Publik

Meski demikian, ada 14 kasus meninggal baru dan total menjadi 973 orang.

Virus Covid-19 kini sudah menyebar di 373 kabupaten dan kota di 34 provinsi.

"Kemudian kasus sembuh dapatkan tambahan 91 orang, sehingga total menjadi 2.698 orang," ungkap Yurianto.

"Meninggal 14 orang, total menjadi 973 orang."

"Kemudian 373 kabupaten kota terdampak di 34 provinsi," lanjutnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mahfud MD: Pemerintah Tak Main-Main dalam Perang Melawan Covid-19, dan "Update Corona Indonesia: 5 Wilayah Penambahan Kasus Positif Terbanyak, DKI Jakarta Urutan Perama"

Sumber: Tribunnews.com
Tags:
Mahfud MDVirus Coronapembatasan sosial berskala besar (PSBB)Covid-19
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved