Jasad ABK Dibuang ke Laut

Viral Kabar Jenazah ABK Dilarung ke Laut, Retno Marsudi: Pihak Kapal Telah Memberitahu Keluarga

Menlu Retno Marsudi menyebut pihak keluarga sudah mengetahui pelarungan ABK yang meninggal dalam perjalanan kapal.

YouTube Sekretariat Presiden
Menlu Retno Marsudi nyatakan Pemerintah Indonesia resmi keluarkan travel warning ke Tiongkok. 

TRIBUNWOW.COM - Pemerintah Indonesia buka suara terkait dengan pemberitaan pelarungan anak buah kapal (ABK) ke laut oleh kapal berbendera China.

Menurut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi video pada Kamis (7/5/2020), mengatakan, pelarungan ABK tersebut dilakukan atas persetujuan keluarga.

Dilansir oleh Kompas.com, Retno berujar ABK berinisal AR tersebut merupakan awak kapal dari Kapal Long Xin 629.

Viral ABK WNI Dilarung ke Laut, Dubes Sebut Jokowi dan Moon Jae In Pernah Bahas Nasib ABK Sebelumnya

Kasus ABK Indonesia Diperbudak, Pakar Sebut Tak Ada Kaitan dengan Pemerintah China: Kebetulan

Pada 26 Maret 2020, AR mengaku sakit dan dipindah ke Kapal Tian Yu untuk diobati.

Namun, belum sempat mendapatkan pengobatan, AR meninggal dunia pada 27 Maret 2020. 

Kemudian pihak kapal disebut telah menghubungi pihak keluarga dan mendapat surat persetujuan tertanggal 30 Maret 2020.

"Dari informasi yang diperoleh KBRI, pihak kapal telah memberitahu pihak keluarga dan mendapat surat persetujuan pelarungan di laut dari keluarga tertanggal 30 Maret 2020, pihak keluarga juga sepakat menerima kompensasi kematian dari kapal Tian Yu 8," kata Retno. 

Retno mengatakan, sebelum jenazah AR yang dilarung ke laut, pada Desember 2019, dua ABK Indonesia yang meninggal dunia di Kapal Long Xin 629 juga diperlakukan sama. 

Dua ABK Indonesia itu meninggal dunia saat berlayar di Samudera Pasifik. 

"Terkait dua WNI, Desember itu KBRI Beijing telah menyampaikan nota diplomatik meminta penjelasan atas kasus ini," ujar dia. 

Kesaksian ABK Selamat dari Kapal China, Makan Umpan Ikan Tak Segar: Selain ABK Indonesia Makan Fresh

ABK Selamat Ceritakan Hidupnya di Kapal China, Makan Umpan Pancing, 18 Jam Kerja, dan Minum Air Laut

Berdasarkan hal tersebut, Retno mengatakan, Pemerintah Indonesia sudah menyampaikan nota diplomatik kepada Kemenlu China untuk mengklarifikasi pelarungan terhadap ABK tersebut. 

Menurut Menlu Pihak Kemenlu China menyatakan, pelarungan terhadap ABK Indonesia dilakukan sesuai ketentuan kelautan international. 

"Kemlu RRT menjelaskan bahwa pelarungan telah dilakukan sesuai praktik kelautan international untuk menjaga kesehatan awak kapal sesuai ketentuan ILO," ucap dia. 

Kendati demikian, Retno memastikan, Pemerintah Indonesia tetap meminta bantuan Pemerintah China untuk menyelidiki kapal-kapal yang terlibat, kondisi situasi kerja dan perlakuan terhadap pekerja. 

"Jadi kita minta otoritas RRT untuk dilakukan penyelidikan, dan kedua, kita juga akan berusaha untuk melakukan penyelidikan dan mendapatkan klarifikasi apakah pelarungan sudah dilakukan sesuai standar ketentuan ILO," kata dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menlu Sebut ABK Indonesia Dilarung ke Laut atas Persetujuan Keluarga"

Ikuti kami di
Penulis: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor: Claudia Noventa
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved