Virus Corona
Nasib Malang Karyawan Start-up Terdampak Covid-19, Dipecat Lewat WhatsApp, Akhirnya Ditinggal Istri
Bagus pegawai startup yang berada di Jakarta harus rela kehilangan pekerjaannya yang belum genap satu bulan karena dampak pandemi Covid-19.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Pandemi Virus Corona (Covid-19) menyebabkan banyak orang yang bekerja di sektor informal terkena imbasnya.
Banyak dari mereka terpaksa kehilangan mata pencahariannya karena di-PHK oleh perusahaan tempat mereka bekerja.
Bagus adalah satu dari sekian banyak orang yang kehilangan pekerjaannya sebagai imbas dari Covid-19.
• Bahas PHK saat Corona, Konfederasi KASBI Soroti Kartu Prakerja Tak Sesuai: Sangat Tidak Nyambung
Dikutip TribunWow.com dari YouTube Najwa Shihab, Senin (4/5/2020), Bagus adalah seorang pegawai perusahaan Start-up yang berbasis di Jakarta.
Seperti yang diketahui Jakarta adalah episentrum penyebaran Covid-19 di Indonesia.
Wilayah Ibu Kota memiliki angka kasus positif dan kematian tertinggi dibanding wilayah lain di Indonesia.
Bagus bercerita karena adanya Covid-19 dirinya terkena PHK sepihak oleh perusahaannya sendiri.
Bahkan, proses PHK tersebut dilakukan hanya melalui chat WhatsApp.
"Belum genap satu bulan saya bekerja, saya sudah terkena dampak dari Corona itu, yaitu adalah PHK sepihak dari atasan saya," paparnya.
"Itu pun hanya melalui chat WhatsApp saja," lanjut Bagus.
Telah berkeluarga dan memiliki tanggungan anak serta istri, Bagus memutuskan untuk banting setir menjadi pengemudi ojek online (ojol).
"Akhirnya saya beralih menjadi ojek online saat itu," ucap Bagus.
Pendapatan setelah menjadi ojol pun tak bisa dibilang banyak.
Paling banyak bagus hanya bisa memperoleh Rp 50 ribu sehari.
"Dampak Corona ini sangat memprihatinkan bagi kami yang notabenenya sehari pun saya paling besar dapat 30 sampai 50 ribu, kadang seharian hanya satu orderan yang saya dapat," tutur Bagus.
Problem tak berhenti di situ, Bagus mengalami masalah baru karena kehilangan pekerjaannya.
Hubungan rumah tangganya memanas karena sering terjadi cekcok hingga akhirnya ia ditinggal istri dan anaknya yang pulang ke rumah mertuanya.
"Ini yang menyebabkan permasalahan baru di rumah tangga saya," kata Bagus.
"Akhirnya percekcokan demi percekcokan terjadi hingga titik balik dari semua percekcokan itu istri saya pergi meninggalkan saya, membawa anak saya kembali ke orangtuanya."
Bagus mengatakan dirinya tidak memiliki pilihan selain menetap di Jakarta.
Faktor dirinya memilih untuk menetap lantaran sudah tak lagi memiliki uang dan takut membawa penyakit apabila pulang kampung.
"Saya juga tidak ada rencana untuk mudik ke Jawa selain mengikuti imbauan dari pemerintah, saya sendiri juga tidak memiliki uang untuk pulang," ujar bagus.
"Jadi saya pikir saya lebih baik di Jakarta daripada saya pulang membawa penyakit ke sana," sambungnya.
• Banyak PHK akibat Corona, Faisal Basri Sindir Kartu Prakerja: Kursus Online Gak buat Mereka Kenyang
Lihat videonya mulai menit awal:
Jokowi Minta Kartu Prakerja Prioritaskan Korban PHK
Di sisi lain Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengintruksikan agar program Kartu Prakerja diutamakan bagi masyarakat yang dirumahkan atau korban putus hubungan kerja (PHK).
Hal ini disampaikannya pada rapat terbatas yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (30/4/2020).
Dalam rapat tersebut, dibahas mengenai dampak Covid-19 terhadap sektor ketenagakerjaan di Indonesia.
Menurut penuturan Jokowi, hingga saat ini, sebanyak 1 juta lebih pekerja informal telah dirumahkan dan 375.000 pekerja formal terkena PHK.
Dilansir akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (30/4/2020), Jokowi meminta kepada seluruh jajarannya yang berwenang untuk melakukan penyaringan penerima Kartu Prakerja.
• Didi Kempot Meninggal Dunia, Warga Suriname Ikut Berduka: Dia Berkontribusi Melestarikan Bahasa Jawa
Ia meminta agar para pekerja yang dirumahkan dan terkena PHK tersebut mendapat prioritas untuk mendapatkan Kartu Prakerja.
"Bagi pekerja yang dirumahkan atau korban PHK, saya minta diberikan prioritas untuk mendapatkan Kartu Prakerja," ujar Jokowi.
• Refly Harun Blak-blakan Curigai Ada Kongkalikong dalam Kartu Prakerja: Saya Katakan Berkali-kali
Menurut informasi yang didapatkan oleh Jokowi, hingga saat ini penduduk yang telah mendaftar dalam program Kartu Prakerja sebanyak 8,4 juta jiwa.
Sehingga untuk memastikan Kartu Prakerja tersebut sudah tepat sasaran, maka harus diberlakukan skala prioritas.
"Padahal jatahnya hanya untuk 5,6 juta. Sehingga sekali lagi untuk korban PHK agar diberikan prioritas," terang Jokowi.
Merebaknya Virus Corona membuat sebagian besar masyarakat menghentikan aktivitasnya sebagai upaya memutus rantai penyebaran Virus.
Namun hal ini berdampak kepada sejumlah usaha yang berkurang pemasukannya atau bahkan tidak mendapat pemasukan sama sekali.
Untuk mengatasi hal tersebut, sejumlah pengusaha terpaksa melakukan PHK atau merumahkan sejumlah pekerjanya.
Menanggapi tingkat pengangguran yang tiba-tiba melonjak saat pandemi Virus Corona ini, pemerintah akan memberikan sejumlah bantuan yang diharapkan dapat membantu perekonomian masyarakat.
Kartu Prakerja merupakan satu di antara stimulus yang diberikan oleh pemerintah bagi masyarakat yang belum memiliki penghasilan atau menganggur.
Namun pada masa pandemi Virus Corona yang tengah merebak saat ini, fungsi kartu tersebut diubah menjadi jaring pengaman sosial bagi warga terdampak.
Masyarakat yang ingin mengikuti program Kartu Prakerja tersebut akan diminta mendaftarkan diri di situs prakerja.go.id.
Setelah mendaftar, peserta akan diminta untuk mengikuti uji kompetensi kemudian akan melalui proses penyaringan.
Peserta yang lolos seleksi menjadi penerima Kartu Prakerja akan mendapatkan manfaat sebesar Rp 3.550.000.
• Irwan Mussry Turut Berduka atas Meninggalnya Didi Kempot: Namun Sayangnya, di Sinilah Kita
Rinciannya, sebanyak Rp 2.550.000 akan diberikan sebagai insentif atau bantuan dana bagi masyarakat yang tidak mendapat penghasilan.
Sementara sekitar Rp 1.000.000 akan diberikan dalam bentuk pelatihan online yang telah disediakan.
Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke-3:47:
(TribunWow.com/Anung/Via)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/bagus-pegawai-startup-yang-berada-di-jakarta.jpg)