Terkini Nasional
Mulai 6 Mei, Jawa Barat Resmi Terapkan PSBB, Ridwan Kamil: Dilaksanakan 17 Kota Kabupaten Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyatakan bahwa Provinsi Jawa Barat akan melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar, Sabtu (2/5/2020).
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
"Berbarengan dengan momentum pelarangan mudik, kami mendapati imported case, kasus-kasus Covid juga menurun," jelas Ridwan Kamil.
"Imported case itu mayoritas datang dari orang-orang yang hilir mudik, dan mudik dari daerah zona merah ke kampung halaman di Jawa Barat."
"Jadi kombinasi PSBB nomor 1, dikombinasikan dengan larangan mudik, dikombinasikan dengan pengetesan massal, ini yang membuat berita penambahan positif makin menurun, alhamdulilah," tandasnya.
Lihat tayangan selengkapnya dari menit pertama:
Pemprov Jabar Sediakan Bantuan
Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menyediakan sejumlah bantuan sosial bagi warga yang terdampak pandemi Virus Corona.
Pembatasan sosial yang dicanangkan di wilayah Jawa Barat mengakibatkan berkurangnya aktivitas warga.
Hal ini akan berdampak pada perekonomian warga karena sebagian dari mereka dapat kehilangan penghasilan hariannya.
Dilansir akun YouTube Talk Show tvOne, Selasa (7/4/2020), untuk membantu masyarakat yang terdampak perekonomiannya tersebut, Pemprov Jabar telah menyusun sejumlah program.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil atau yang akrab disapa Emil, menjelaskan mengenai bantuan sosial atau jaring pengaman sosial tersebut.
"Bantuan sosial atau jaring pengamanan sosial ini disesuaikan tiap daerah beda-beda. Kami bersepakat dengan DPRD, nilainya sekitar 500 ribu, sepertiganya tunai, duapertiganya adalah sembako," terang Emil.
Ia kemudian menjelaskan mengenai mekanisme pemberian bantuan sosial tersebut.
• Ridwan Kamil Jelaskan Alasan Pembagian Bansos di Jabar Tak Merata dan Jadwal Kedatangan Tidak Sama
"Caranya adalah setelah didata oleh RT/ RW, setelah dikonfirmasi oleh kepala daerah tingkat dua atau kota/ kabupaten, maka kami mulai kirimkan per 16 April," kata Emil.
"Sembakonya ini kita beli dari pedagang pasar supaya kehidupan pedagang pasar tetap hidup, kalau kurang kita beli dari BULOG," imbuhnya.
Bantuan tersebut akan dikirimkan ke rumah masing-masing penerima dengan dikelola oleh PT Pos.