Virus Corona
Tak Ada Pemasukan di Tengah Pandemi, Kebun Binatang Bandung Terancam Potong Rusa untuk Pakan Harimau
Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoological Garden (Bazooga), Jawa Barat, kesulitan memberi makan satwa akibat pandemi Virus Corona.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Ananda Putri Octaviani
Sementara itu, agar para satwa tetap bisa mendapatkan makanan secara teratur, Sulhan mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengurangan jatah makan.
Pengurangan tersebut tidak asala dilakukan, namun sudah melalui rekomendasi oleh tim medis dan pemantauan kesejahteraan satwa Bazooga.
"Seperti harimau Bengala yang makan dua kali dalam sehari, satu kali makan bisa 10 kilogram. Kini pakannya dikurangi jadi 8 kilogram. Jadi pengurangannya tetap di batas kewajaran, begitupun dengan satwa lainnya," kata Sulhan.
"Itu masih masuk, ternyata pakan selama ini cukup mewah. Sekarang di kondisi pandemi seperti ini terpaksa harus dikurangi," sambungnya.
Sulhan yang juga merupakan Juru Bicara Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI) menyatakan telah mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk meminta bantuan.
"Namun sampai saat ini belum ada bantuan sama sekali," ungkap Sulhan.
Untuk itu PKBSI berencana akan menggelar kampanye dan penggalangan dana untuk mengajak masyarakat agar mau membantu kelangsungan hidup para satwa di kebun binatang.
"Kita kampanye sama teman-teman youtuber, bantuan promosi d media sosial, jadi mangga bagi siapapun yang mau menyumbang daging atau buah-buahan bagi satwa bisa datang ke kebun binatang terdekat," pungkas Sulhan.
Dalam kesempatan lain, Sulhan juga pernah menyatakan bahwa 90 persen kebun binatang anggota PKBSI rata-rata hanya dapat bertahan 1 bulan.
Dikutip TribunWow.com dari TribunJabar.com, Kamis (30/4/2020), Sulhan menyatakan data tersebut didapat dari hasil jajak pendapat yang dilakukan kepada 60 anggota internal.
"Artinya, 90 persen anggota kami hanya bisa bertahan dalam satu bulan," kata Sulhan menjelaskan.
Untuk tetap dapat bertahan dalam kondisi kritis ini, sejumlah kebun binatang terpaksa melakukan sejumlah langkah efisiensi.
"Situasi krisis ini, seluruh kebun binatang penyesuaian terhadap pakan satwa. Mulai substitusi, pengurangan porsi hingga pendekatan manajemen pakan lainnya. Tetap berdasarkan etika hewan, kesehatan, dan kesejahteraan satwa," katanya.
Menurut Sulhan, faktor ketersediaan pangan bagi hewan di masa pandemi Virus Corona ini bukan melulu karena masalah finansial.
Ketersediaan pasokan pakan khusus dari supplier tertentu juga menjadi faktor yang mengancam kelangsungan hidup satwa di kebun binatang.
"Artinya walau secara finansial tersedia, kalau pasokan pakan tak tersedia karena dampak Covid-19, menjadi ancaman," ujarnya. (TribunWow.com)