Virus Corona
Di ILC, Refly Harun Singgung Alasan Pemerintah Pilih PSBB Ketimbang Lockdown: Tidak Mampu
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun menyoroti keputusan pemerintah yang lebih memilih pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketimbang lockdown.
Editor: Ananda Putri Octaviani
"Bahkan termasuk hewan peliharannya segala, jadi harus dipastikan," ucap Refly Harun.
"Masalahnya saya tahu karena saya ngobrol dan sebagainya, memang susah kita kalau mau melakukan gerakan semacam lockdown."
Meskipun begitu, Refly Harun kembali mengingatkan soal penyebab PSBB di DKI Jakarta yang berhasil mengurangi kasus Virus Corona.
Ia menilai, satu di antara faktor penyebabnya yakni karena banyak pekerja swasta yang menghentikan aktivitas di luar rumah.
"Tapi jangan lupa, keberhasilan PSBB itu salah satunya ditentukan oleh mereka yang melakukan lockdown swasta," ujarnya.
"Mereka yang tidak bepergian seperti saya."
Lantas, ia menyebut warga sama sekali tak keberatan jika pemerintah melakukan lockdown untuk mengatasi Virus Corona.
Namun, hingga kini menurutnya pemerintah enggan menerapkan lockdowm karena tidak mampu mencukupi kebutuhan warga.
"Saya kira banyak di Jakarta orang seperti itu, jadi kita tidak boleh membenturkan antara terminologi isolasi, lockdown dengan PSBB," terang Refly Harun.
"Kenapa? Pemerintah tidak mau melakukan lockdown itu bukan karena masyarakatnya yang tidak mau, tapi pemerintahnya tidak mampu melakukan itu," tukasnya.
• Cerita Disandingkan dengan Rocky Gerung Lalu Diadu Debat Lawan Fadjroel, Refly Harun: Saya Tak Suka
Simak video berikut ini menit ke-4.26:
PSBB DKI Mulai Tunjukkan Hasil
Di sisi lain, sebelumnya Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan telah mengonfirmasi adanya penurunan penambahan kasus Virus Corona di wilayah Ibu Kota.
Dilansir TribunWow.com, Anies Baswedan mengatakan penurunan tersebut merupakan dampak positif dari pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Meskipun begitu, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu menyebut peperangan melawan Virus Corona belumlah usai.
Hal itu disampaikan Anies Baswedan melalui tayangan YouTube tvOneNews, Selasa (28/4/2020).
• Benarkah Kasus Corona di DKI Jakarta Melambat seperti yang Disampaikan Doni Monardo? Cek Faktanya