Breaking News:

Virus Corona

Warga Terobos Pagar Besi dan Keluyuran saat Jam Malam PSBB, Ichwan Noor Usul: Biar Jadi Kota Mati

Melihat masih banyak warga yang keluar masuk di malam hari saat PSBB, Ichwan Noor menegaskan akan melaporkan ke pemangku kepentingan.

Editor: Lailatun Niqmah
KOMPAS.com/ANDI MUHAMMAD HASWAR
Salah satu pintu masuk Kota Banjarmasin diblokir menggunakan pagar besi pada pemberlakuan jam malam PSBB Banjarmasin hari pertama, Jumat (24/4/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik merasa geram lantaran banyak warga yang nekat keluar saat jam malam pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Ia menyebut, jam malam di pintu masuk Kota Banjarmasin belum terlalu efektif.

Oleh karena itu ia mengungkap beberapa usulannya yang mungkin bisa jadi solusi, termasuk membuat Banjarmasin seperti kota mati di malam hari.

Tak seperti yang Beredar di Facebook, Ini Kata Camat soal Viral Ibu RT Pukuli Warga Penanya Bansos

Diketahui, dalam penerapannya, jam malam diberlakukan mulai ukul 19.00 sampai dengan Pukul 06.00 Wita selama 14 hari ke depan.

Dari pantauan disejumlah pintu masuk Kota Banjarmasin, petugas gabungan dari unsur TNI, Polri, Satpol PP dan Dinas Perhubungan melakukan pemblokiran pintu masuk Kota Banjarmasin menggunakan pagar besi.

Beberapa warga yang beralamat Banjarmasin masih diperbolehkan masuk setelah memperlihatkan kartu identitas.

"Kalau kami memberlakukan jam malam, seharusnya jalan masuk ini ditutup total."

"Kalau seperti inikan warga KTP Banjarmasin boleh masuk, artinya penutupan tidak jalan," ujar Ichwan Noor Chalik, saat dikonfirmasi, Sabtu (25/4/2020) dini hari.

Dia menuturkan, jika ingin memutus penyebaran Covid-19 secara serius, ada baiknya seluruh pintu masuk Kota Banjarmasin ditutup total selama jam malam.

Uji Coba Remdesivir untuk Pasien Corona Gagal, Buat Orang dengan Kasus Parah Meninggal Lebih Cepat

Selama penutupan, pintu-pintu masuk dijaga ketat petugas gabungan agar warga tidak boleh masuk walau sudah memperlihatkan kartu identitas.

Melihat masih banyak warga yang keluar masuk, Ichwan menegaskan akan melaporkan ke pemangku kepentingan.

Apalagi ujarnya, pemberlakuan jam malam baru pertama kali diterapkan sehingga memang harus dievaluasi.

"Mungkin nanti kami duduk bersama, kami evaluasi dengan jajaran di atas supaya punya persepsi yang sama karena kalau seperti ini lebih baik tidak usah dijaga," tambah dia.

Tidak hanya melakukan penjagaan di pintu-pintu masuk, petugas gabungan juga melakukan patroli ke setiap sudut Kota Banjarmasin.

Diminta Karantina Diri di Rumah seusai Pulang dari Kediri, ODP di Blitar Bakar Diri hingga Meninggal

Kenyatannya, petugas masih menemukan banyak warga yang keluyuran dan nongkrong di pinggir jalan.

Namun, tindakan yang diambil oleh petugas masih persuasif dengan menyuruh warga untuk membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing.

"Kalau perlu nanti saya usulkan lampu-lampu untuk dimatikan, biar menjadi kota mati," tandasnya. (Kompas.com/Andi Muhammad Haswar)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Walau Diblokir Pagar Besi, Warga Masih Keluyuran Saat Jam Malam PSBB"

Sumber: Kompas.com
Tags:
pembatasan sosial berskala besar (PSBB)BanjarmasinVirus Corona
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved