Virus Corona
Tak seperti yang Beredar di Facebook, Ini Kata Camat soal Viral Ibu RT Pukuli Warga Penanya Bansos
Kabar pemukulan terhadap warga oleh ibu RT di Koja, Jakarta Utara viral di media sosial.
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Kabar pemukulan terhadap warga oleh ibu RT di Koja, Jakarta Utara viral di media sosial.
Camat Koja, Ade Himawan pun langsung memberikan klarifiaksi, dan menyebut kejadian itu tak seperti yang viral dinarasikan di Facebook.
Dikutip dari Kompas.com, kabar ini mulanya diunggah oleh akun Facebook Rafaell Rafa.

• Cerita Warga Ngotot Mudik meski Dilarang, Ada yang Bohong hingga Dipaksa Putar Balik oleh Petugas
Dalam postingannya, akun tersebut mengatakan ada anggota keluarganya yang dipukuli dan dikeroyok oleh keluarga dari RT 006 / RW 008 Kelurahan Rawa Badak, Koja Jakarta Utara.
Disebutkan oleh akun tersebut bahwa pemukulan itu terjadi saat saudarinya bertanya kepada RT terkait bantuan sosial.
"Ditanya baik-baik soal sembako kok jadi RT-nya ngotot dan bicara kasar kepada warganya, dan ngusir warganya juga," tulis akun tersebut.
Dalam postingan itu juga dilampirkan foto-foto saudarinya yang mengalami luka-luka seperti bekas cakaran.
Menanggapi hal itu, Ade Himawan mengkonfirmasi terkait adanya peristiwa perkelahian itu di wilayahnya.
Namun, berdasarkan informasi yang ia rangkum, peristiwa itu tak seperti yang disampaikan oleh akun Facebook tersebut.
Ade mengatakan, kejadian itu bermula ketika warga bernama Nurhayati dan Nuraini menanyakan terkait bantuan sosial dari Pemprov DKI ke RW setempat.
Dari pihak RW kemudian mengatakan bahwa terkait bantuan sudah ditangani di masing-masing RT.
Keesokan harinya, keduanya langsung menanyakan hal tersebut kepada Ibu RT 006, Imas.
• Uji Coba Remdesivir untuk Pasien Corona Gagal, Buat Orang dengan Kasus Parah Meninggal Lebih Cepat
Ade mengatakan, nama Nurhayati memang terdaftar sebagai penerima bantuan.
Namun, yang bersangkutan sudah bertahun-tahun pindah ke Bekasi, sehingga RT memutuskan untuk mengembalikan bansos tersebut ke Dinas Sosial.
"Nurhayati tidak tinggal di situ lagi, jadi dia tidak berhak menerima bantuan, dikembalikan ke Dinas Sosial," ucap Ade saat dihubungi Kompas.com, Jumat (23/4/2020).