Virus Corona
Tergugah Lihat Anak Kecil Ikut Prihatin, Penjual Pecel Sumbang Celengan Umrah untuk Tangani Covid-19
Sunarsih, nenek penjual nasi pecel yang sumbangkan celengan umrah untuk penanganan Covid-19.
Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Seorang nenek penjual nasi pecel di kota Probolinggo, Jawa Timur, rela menyumbangkan tabungannya untuk penanganan penularan Covid-19.
Di tengah pandemi Virus Corona saat ini, aksi Sunarsih (55) warga Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo patut dijadikan teladan.
Dilansir TribunWow.com, Sunarsih menyumbangkan seluruh tabungannya yang dikumpulkannya selama 3 tahun lamanya.

• Pilih Mundur dari Bursa Pilkada Solo di Tengah Pandemi Corona, Achmad Purnomo: Saya Tak sampai Hati
Padahal, tabungan tersebut merupakan uang yang ia kumpulkan setiap hari dari hasil penjualan nasi pecel yang ia sisihkan untuk umrah nantinya.
Uang celengan tersebut diketahui ia sumbangkan di Kantor Wali Kota Probolinggo.
Sunarsih tergerak hatinya untuk menyumbangkan celengan setelah melihat aksi anak-anak di televisi yang turut menyumbangkan bantuan untuk penanganan Virus Corona.
Dari situlah, Sunarsih kemudian berinisiatif merelakan tabungan yang ingin ia gunakan untuk umrah tersebut.
"Saya lihat di TV anak kecil bisa nyumbang," kata Sunarsih dikutip dari kanal Kompas TV, Jumat (24/4/2020).
"Itu anak kecil seperti cucu saya, apalagi orang tua seperti saya," ungkap Sunarsih.
"Saya punya celengan tak sumbangkan sama saya," tambahnya.
• Penghasilan Merosot karena Dampak Corona, Perantau Harus Rela Tinggal di Bangunan Tak Layak
• Pilih Mudur dari Stafsus Presiden, Andi Taufan Ingin Mengabdi secara Penuh pada Masyarakat
Mulanya Sunarsih sempat bingung akan disumbangkan kemana celengan tersebut.
Dengan lugu, Sunarsih bercerita tidak ingin sembarangan menyumbangkan tabungannya.
Pasalnya saat ini banyak orang berniat tidak baik yang bisa saja menipunya.
Oleh karena itu, satu-satunya jalan untuk menyerahkan celengannya adalah ke kantor Wali Kota.
"Tapi saya bingung mau disumbangkan kemana, saya tidak tahu arahnya, jadi satu-satunya jalan saya masuk kantor wali kota," ujar Sunarsih.